IHSG Tembus 6.000 Gengs, Saham ISAT & BRIS Jadi Jawaranya!

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
14 December 2020 15:29
Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (14/12/20) ditutup melesat 1,25% ke level 6.012,51 dan menjadi kali pertama indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ditutup di atas level psikologis 6.000 setelah 'diserang' virus corona Maret silam.

IHSG mampu menghijau setelah ada sentimen dari luar negeri saat otorisasi makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) menyetujui vaksin Pfizer untuk penggunaan darurat.

Saat ini IHSG hanya terkoreksi 4,56% selama tahun berjalan (YTD).


Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 51 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 18,8 triliun. Terpantau 276 saham menghijau, 189 terkoreksi, sisanya 154 stagnan.

Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 123 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 209 miliar.

Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 643 miliar dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Rp 31 miliar.

Adapun saham yang jadi top gainers yakni PT Indosat Tbk (ISAT) melesat sahamnya 24,72% di level Rp 3.330/saham dan PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) melesat 21,01% di Rp 2.160/saham.

Dari Paman Sam, FDA akhirnya menyetujui penggunaan darurat vaksin Pfizer dan BionTech. Keputusan tersebut tentunya bisa menjadi sentimen positif bagi pasar finansial, termasuk juga di Indonesia pada perdagangan hari ini, Senin (14/12/2020).

"Otorisasi FDA untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19 pertama merupakan tonggak penting dalam memerangi pandemi dahsyat yang telah mempengaruhi begitu banyak keluarga di AS dan di seluruh dunia," kata komisaris FDA Stephen Hahn dikutip Guardian pada Jumat (11/12/2020).

AS mengikuti negara lain, termasuk Inggris, Kanada, dan Meksiko, yang juga telah mengesahkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk penggunaan publik yang lebih luas.

Pemerintah AS berencana untuk mendistribusikan 2,9 juta dosis dalam tempo 24 jam, dan 2,9 juta dosis 21 hari kemudian untuk suntikan kedua.

Vaksinasi besar-besaran pertama akan dilakukan pada Senin pagi (14/12/2020).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading