Meski Pandemi, Total Harta 50 Crazy Rich RI Cuma Turun 1,2%!

Market - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
13 December 2020 14:10
Michael Bambang Hartono. (Detikcom/Rifkianto Nugroho)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 yang membuat lesu kegiatan perekonomian rupanya cukup memberi dampak serius bagi komposisi harta orang-orang terkaya di Indonesia. Bahkan, beberapa dari mereka harus terdepak dari daftar orang terkaya di Indonesia itu.

Dilansir dari Forbes, setidaknya setengah dari orang-orang terkaya RI merasakan penurunan kekayaan akibat pandemi yang sudah hampir setahun berjalan itu.

Namun, terlepas dari penurunan ini, kekayaan kolektif orang-orang super kaya di Indonesia hanya turun 1,2% dari daftar tahun lalu menjadi US$ 133 miliar.


R. Budi dan Michael Hartono adalah salah satu yang mengalami peningkatan kekayaan, dengan kekayaan yang kini mencapai US$ 38,8 miliar. Dengan kenaikan ini, mereka tetap menjadi orang paling tajir di Indonesia dan mengamankan tempat yang mereka pegang selama belasan tahun.

Sementara keluarga Widjaja dari konglomerat Sinar Mas mencatatkan penambahan kekayaan hingga US$ 2,3 miliar dan berhasil mempertahankan status mereka sebagai orang terkaya kedua di negara ini.

Pasar petrokimia yang lemah juga mempengaruhi kekayaan Prajogo Pangestu, yang merosot 21% menjadi US$ 6 miliar, meskipun ia tetap di peringkat ketiga dalam dua tahun terakhir.

Pandemi ini memberikan dorongan kepada beberapa orang, salah satunya taipan media Eddy Kusnadi Sariaatmadja di mana kekayaanya melonjak hampir 80% menjadi US$ 1,4 miliar yang merupakan keuntungan terbesar dalam persentase tahun ini. Saham perusahaannya, Elang Mahkota Teknologi (Emtek), melonjak karena masyarakat lebih banyak menggunakan layanan e-commerce dan streaming.

Meningkatnya saham Emtek mendorong pendiri Susanto Suwarto untuk pertama kalinya di peringkat 50 dengan US$ 475 juta. Insinyur elektronik dan telekomunikasi kelahiran Jakarta ini adalah satu dari tiga pendatang baru dalam daftar tersebut.

Saudara kandung Wijono dan Hermanto Tanoko, yang mengendalikan perusahaan cat swasta Avian, memulai debut mereka dengan US$ 700 juta.

Wajah baru ketiga adalah bankir veteran Jerry Ng. Dia mengakuisisi saham tahun lalu di Bank Jago, kemudian disebut Bank Artos, yang rencananya akan diubah menjadi bank digital.

Pendatang baru lainnya adalah Irwan Hidayat yang merupakan pemilik perusahaan jamu terbesar Sido Muncul. Saham perusahaan naik karena penjualan produknya yang lebih tinggi, seperti obat flu Tolak Angin yang populer, meningkatkan kekayaan keluarganya 41% menjadi US$ 1,55 miliar.

Sementara tercatat ada empat orang super tajir yang terdepak di daftar tahun ini diantaranya adalah saudara kandung Kusnan dan Rusdi Kirana, pemilik maskapai penerbangan Lion Air yang saat ini menderita karena perjalanan udara menukik.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading