Ramalan BI: Inflasi Desember 0,3%, Cabai Jadi Biang Kerok!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
12 December 2020 08:45
Gedung BI

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan inflasi pada bulan Desember 2020 mencapai 0,3% secara bulanan atau month to month (mtm).

Dalam siaran resminya, BI mengungkapkan inflasi pada Desember yang diproyeksikan mencapai 0,3% tersebut, dilihat berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu kedua Desember 2020.

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi tahun 2020 sebesar 1,54%," jelas BI dalam siaran resminya, Jumat (11/12/2020).

Secara bulanan atau mtm, penyumbang utama inflasi, lanjut BI berasal dari cabai merah dengan inflasi mencapai 0,07%, telur ayam ras sebesar 0,04%, cabai rawit dan tomat masing-masing sebesar 0,03%.

Ada pula penyumbang inflasi berasal dari minyak goreng, jeruk, daging ayam ras, wortel, bayan, dan tarif angkutan udara, yang masing-masing menyumbang inflasi 0,01%. Sementara itu komoditas yang menyumbang deflasi berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar -0,06% dan bawang merah sebesar -0,01%.

Untuk diketahui, harga pangan global semakin melambung tinggi. Organisasi Pangan dan Pertanian Internasional (FAO) mencatat harga semua kategori komoditas pangan melonjak di bulan November.

Minyak nabati menjadi komoditas pangan yang harganya paling naik tajam di bulan November, lalu kemudian disusul oleh harga gula, sereal, produk susu dan daging.

Rata-rata indeks harga pangan global pada bulan November berada di 105. Indeks harga pangan mengalami kenaikan 4 poin dibanding bulan Oktober atau naik 3,9% secara month on month (mom) dan naik 6,4 poin atau menguat 6,5% secara year on year (yoy).

Tren naiknya harga komoditas pangan juga terjadi di Tanah Air. Baik komoditas pangan yang berasal dari peternakan maupun hortikultura kompak melambung dan menyebabkan inflasi sejak Oktober.

Pada bulan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi mulai merangkak naik lagi dengan peningkatan sebesar 0,28% (mom) dan 1,59% (yoy). Inflasi tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Oktober yang hanya 0,07% (mom) dan 1,44% (yoy).Pos makanan, minuman dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,22% pada November lalu.

Pos ini mencatatkan inflasi sebesar 0,86% dibanding bulan sebelumnya dan 2,87% dibanding periode yang sama tahun lalu.Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu daging ayam ras sebesar 0,08%, telur ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar 0,04%, bawang merah sebesar 0,03%, tomat, bawang putih, cabai rawit, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01%.





[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading