Saham Farmasi Bergerak Liar, Respons Kedatangan Vaksin Covid

Market - Putra, CNBC Indonesia
07 December 2020 10:12
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga saham-saham emiten yang bergerak di sektor farmasi berhasil melesat pada perdagangan hari ini setelah muncul kabar baik dari vaksin Sinovac.

Kabar baik itu berupa Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang juga diuji klinis di dalam negeri dan dipesan RI akhirnya mendarat di Tanah Air kemarin malam.

Sontak saja emiten farmasi dalam negeri melesat, berikut gerak saham emiten farmasi pada perdagangan hari ini.


Terpantau emiten farmasi dan sektor pendukungnya berhasil menghijau semua pada perdagangan hari ini dengan kenaikan hari ini dipimpin oleh emiten jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang berhasil melesat 20,78%.

Sedangkan harga saham duo anak usaha Bio Farma yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga berhasil menghijau. Harga saham INAF melesat 14,75% ke level harga Rp 3.890/unit sedangkan KAEF terbang 14,65% ke level harga Rp 4.070/unit.

Selanjutnya cucu usaha Bio Farma yakni PT Phapros Tbk (PEHA) juga melesat 9,25% di harga Rp 1.830/unit. Untuk saham farmasi berkapitalisasi pasar terbesar di bursa yakni PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) hanya mampu naik 1,69% di angka Rp 1.500/unit.

Terbaru, Kedatangan vaksin Sinovac ke Tanah Air menjadi sentimen positif tersendiri padaperdagangan hari ini.Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin yang diangkut menggunakan pesawat milik maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), pesawat jenis Boeing 777-300ER tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 21.25 WIB pada Minggu (6/12/2020).

Vaksin diangkut dengan meggunakan kontainer khusus bertuliskan ENVIROTAINER berkode RAP81179PC. Tampak beberapa petugas langsung menyemprot konteiner yang baru tiba tersebut.

Kehadiran vaksin Covid-19 di Tanah Air tersebut pun mendapat sambutan dari RI-1 Joko Widodo(Jokowi).

"Saya ingin menyampaikan satu kabar baik, hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta doss vaksin Covid, vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung dari Agustus lalu," kata Jokowi dalam siaran pers-nya kemarin.

"Kita masih mengupayakan 1,8 juta dosis yang akan tiba awal Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, bulan ini akan tiba 15 juta dosis vaksin dan Januari 30 juta dosis dalam bentuk bahan baku yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma," tambah Jokowi.

Dalam sambutannya Jokowi juga menyampaikan penggunaan vaksin ini menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tentu saja ini menjadi kabar baik bagi pasar maupun ekonomi Indonesia ke depan terutama tahun 2021 mengingat performa keduanya masih nyungsep di sepanjang tahun ini akibat merebaknya pandemi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading