Investor Wait and See, Bursa Eropa Menguat Tipis di Sesi Awal

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
04 December 2020 15:38
A computer screen shows news about Brexit with British Prime Minister Theresa May as a broker watches his screens at the stock market in Frankfurt, Germany, Wednesday, Jan. 16, 2019. (AP Photo/Michael Probst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa dibuka variatif cenderung menguat pada sesi awal perdagangan Jumat (4/12/2020), di tengah aksi tunggu dan cermati (wait and see) perkembangan stimulus di Amerika Serikat (AS) dan hasil negosiasi Brexit.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa menguat 0,3% di awal perdagangan, dengan indeks saham sektor makanan-minuman menguat 1,3% sedangkan indeks saham sektor kimia melemah 0,3%.

Selang 10 menit kemudian indeks Stoxx hanya naik 1 poin (+0,25%) ke 392,71. Indeks FTSE Inggris naik 34,65 poin (+0,53%) ke 6.524,92 dan CAC Prancis melemah 21,2 poin (+0,38%) ke 5.595,59. Di sisi lain, indeks DAX Jerman turun 6,6 poin (-0,05%) ke 13.246,29.


Bursa Eropa cenderung mengikuti pergerakan bursa Asia Pasifik, yang agak ragu memasuki jalur hijau setelah Pentagon memasukkan lebih banyak perusahaan China ke daftar hitam yang diduga terkait dengan perusahaan militer Negeri Tirai Bambu.

Sentimen agak memburuk pada Kamis setelah Pfizer mengumumkan bahwa ada tantangan rantai pasokan yang memicu perseroan memangkas peredaran vaksin corona yang semula dipatok untuk tahun 2020.

Di sisi lain, Moderna mengatakan bahwa pada Kamis pihaknya berencana memasok vaksin sebanyak 125 juta dosis ke seluruh dunia pada kuartal I-2021, meski saat ini masih dalam tahap eksperimen.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham AS naik tipis pada Jumat pagi jelang rilis data ketenagakerjaan November yang lebih menyeluruh bakal dirilis pada Jumat, oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Dow Jones memperkirakan akan ada 440.000 lapangan kerja baru dan angka pengangguran di level 6,7%.

Di Eropa, perwakilan Inggris dan Uni Eropa bertemu pada Kamis untuk mengamankan perjanjian dagang sebelum deadline 31 Desember. Namun, Financial Times melaporkan bahwa Inggris menuduh Prancis mengajukan permintaan baru jelang kesepakatan akhir pekan ini.

Dari sisi data, pelaku pasar bakal memantau Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) November untuk sektor konstruksi Uni Eropa, yang diikuti rilis data penjualan ritel dan pesanan pabrik Jerman Oktober.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading