Bos Anak Usaha Jasa Marga Cerita Soal Rencana IPO

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 December 2020 14:29
Subakti Syukur Jadi Dirut, Dividen Jasa Marga Rp 110,36 M

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Jasamarga Related Business (JMRB) Cahyo Satrio Prakoso menargetkan rencana perseroan melantai di bursa saham setidaknya akan terlaksana paling cepat tiga tahun lagi.

Dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia di program Squawk Box, Cahyo mengatakan, perusahaan masih melakukan kajian mengenai IPO tersebut. Ia pun belum bisa merinci lebih detail mengenai target jumlah saham yang dilepas ke publik, kisaran harga maupun dana yang akan dihimpun.

"Sekarang masih dalam proses, masih menggali potensi-potensi, paling lambat IPO 2023, tapi kalau bisa lebih cepat, lebih baik," kata Cahyo, Jumat (4/12/2020).


Menurut Cahyo, perseroan juga akan menentukan waktu yang tepat untuk masuk ke bursa saham. Sebab, di saat pandemi seperti sekarang, sektor properti masih cukup tertekan.

"Sampai saat ini masih hitung proceed, lihat marketnya, sekarang karena pandemi gak terlalu bagus di properti, insya Allah 1-2 tahun akan lebih baik, akan kita lepas, mungkin tergantung marketnya," tutur Cahyo.

Lebih lanjut, sebagai anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), perseroan kata dia relatif diuntungkan karena mengelola kawasan di sepanjang tol yang dikelola Jasa Marga.

Untuk itu, dia berharap ke depan, pengembangan koridor di kawasan tol yang dikelola JSMR akan mempercepat pengembangan properti, sehingga bisa memberi nilai tambah bagi pemegang saham.

"Yang kita kembangkan corridor development, ada kenaikan harga tanah, dengan kenaikan tersebut, ada value added pada pengembangan ruas jalan tol, sehingga diharapakna IPO ini bisa mendapatkan hasil land bank dan inovasi bisnis," paparnya.

Cahyo juga mengajak investor strategis untuk berinvestasi jika berminat mengembangkan lahan investasi terutama di daerah yang strategis.

"Selain mengembangkan properti, kita juga mengajak strategic investor, siapapun yang ingin ikut mengembangkan lahan investasi di daerah yang bagus, kami sangat welcome," ujarnya.

Sebelumnya, emiten pengelola jalan tol BUMN, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengumumkan rencana mengantarkan Jasamarga Related Business (JMRB) melantai di bursa saham melalui skema penawaran umum saham perdana atau initial public offering/IPO.

Corporate Secretary Jasa Marga, Agus Setiawan mengatakan, saat ini JMRB memang memiliki beberapa lini bisnis. Salah satunya pengembangan bisnis di kawasan sekitar jalan tol dan usaha lainnya milik perseroan, sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

"Perseroan melalui PT Jasamarga Related Business (JMRB) menargetkan dalam beberapa tahun dapat memperoleh alternatif sumber pendanaan melalui penawaran saham perdana (IPO)," kata Agus, dalam penjelasannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (26/11/2020).

Mengacu situs perusahaan, PT Jasamarga Related Business (JMRB) merupakan salah satu anak usaha Jasa Marga yang bergerak di bidang usaha lainnya, atau non-jalan tol.

Dalam perkembangannya, JMRB yang bertransformasi dari PT Jasamarga Properti, telah mengembangkan usahanya yang mendukung bisnis inti induk usaha, yakni pengembangan wilayah di sekitar jalan tol.

Saat ini, perseroan juga memiliki lini bisnis yang cukup luas, yang mencakup pengembangan properti, pengembangan dan pengelolaan rest area di seluruh Indonesia, pengelolaan unit iklan dan utilitas, pengembangan bisnis digital, serta building management.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading