Internasional

Vaksin Makin Joss Tapi Wall Street Galau, Kok Bisa?

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
03 December 2020 07:32
FILE -In this June 16, 2020 file photo, a sign for a Wall Street building is shown in New York. Earnings reporting season is about to get underway for big companies, and the forecasts are grim. Wall Street expects S&P 500 companies to report profits plunged by the most since the depths of the Great Recession during the second quarter. Earnings reports tend to matter deeply to investors because stock prices track the path of earnings over the long term.   (AP Photo/Mark Lennihan, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street mencatat sesi yang beragam pada penutupan perdagangan Rabu (2/12/2020). Hal ini dipicu akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 di dunia.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 59,87 poin atau 0,20% menjadi 29.883.79. S&P 500 naik 6,56 atau 0,18% menjadi 3.669.01. Sementara Nasdaq Composite turun 5,74 poin atau 0,05% menjadi 12.349.37.

Perusahaan jasa penggajian AS, ADP, mengatakan pekerjaan swasta naik 307.000 posisi bulan lalu, disesuaikan secara musiman. Namun kenaikan itu tertinggal dari tingkat yang diharapkan dan lebih lambat dari kenaikan bulan Oktober yang direvisi naik sebesar 404.000.

Investor juga menerima laporan bank sentral, Federal Reserve (The Fed), yang cukup tertekan tentang kondisi ekonomi. Di mana empat dari 12 wilayah melihat sedikit atau tidak adanya pertumbuhan sementara empat lainnya melihat aktivitas mulai menurun pada bulan November lalu.

Tetapi pasar menyambut gembira berita Inggris mengizinkan vaksin Pfizer-BioNTech mulai minggu depan, sebuah langkah besar dalam upaya untuk menggerakkan ekonomi global saat pandemi virus corona. Kabar itu juga mengangkat saham Pfizer yang naik 3,5%.

Peraih keuntungan besar lainnya kemarin adalah saham Boeing, yang melonjak 5,1% karena American Airlines melakukan uji terbang jet 737 MAX. Ini dilakukan guna meyakinkan publik setelah dua kecelakaan mematikan yang menyebabkan pesawat itu tidak bisa beroperasi dalam waktu lama.

Di sisi lain, saham Salesforce turun 8,6% setelah mengumumkan akuisisi Slack Technologies senilai US$ 27,7 miliar. Beberapa analis mempertanyakan transaksi tersebut, termasuk apakah harganya terlalu tinggi karena saham Slack juga turun 2,6%.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wall Street Hilang Arah, Labil bin Galau!


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading