Bursa Eropa Dibuka Variatif Cenderung Melemah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
02 December 2020 16:09
London Stock Exchange

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa dibuka variatif cenderung melemah pada sesi awal perdagangan Rabu (2/12/2020), di tengah pergerakan yang bercampur (mixed) di bursa global.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa melemah 0,3% di awal perdagangan, dengan mayoritas indeks saham sektoral berada di jalur negatif dengan indeks saham sektor otomotif drop 1,2% menjadi pemimpin koreksi.

Setengah jam kemudian koreksi indeks Stoxx tetap sebesar 1,2 poin (-0,32%) ke 390,66. Indeks DAX Jerman turun 69,6 poin (-0,52%) ke 13.312,74 dan CAC Prancis melemah 15,5 poin (-0,28%) ke 5.566,1. Di sisi lain, indeks FTSE Inggris naik 5,5 poin (+0,09%) ke 6.390,26.


Inggris pada Rabu menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan penggunaan vaksin produksi Pfizer-BioNTech, dan akan mulai tersedia di pasaran pekan depan. Namun, kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) cenderung melemah.

Sentimen positif sempat muncul dari Negeri Sam yang berencana mengesahkan paket stimulus senilai US$ 908 miliar, tetapi pimpinan Senat Mitch McConnell menolaknya. Investor masih berharap paket stimulus kedua bakal muncul.

Perhatian pasar di AS bakal tertuju pada data penggajian swasta versi ADP di mana Ekonom dalam polling Dow Jones mengekspektasikan lapangan kerja untuk 475.000 orang pada November, atau lebih baik dari posisi Oktober sebanyak 365.000.

Di Eropa, sentimen bakal berpusar pada negosiasi Brexit yang akan menentukan masa depan perdagangan Inggris dan Uni Eropa (UE). Reuters pada Rabu melaporkan bahwa kepala negosiator UE Michel Barnier menilai masih ada perbedaan antara kedua belah pihak.

Pelaku pasar Eropa juga bakal memantau penjualan ritel Jerman per Oktober dan data angka pengangguran Italia pada bulan yang sama.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading