Investor Asing Bawa Kabur Duit Rp 2,6 T, Rupiah Mulai Goyang!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 November 2020 16:16
Ilustrasi Rupiah dan Dolar di Bank Mandiri

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (30/11/2020). Pelemahan hari ini menjadi awal yang kurang bagus bagi rupiah yang belum pernah melemah dalam 9 pekan terakhir. Rinciannya, rupiah mampu menguat selama 8 pekan, dan stagnan 1 pekan.

Kasus penyakit virus corona (Covid-19) yang "meledak" lagi di Republik Indonesia (RI) memicu aksi jual di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang turut menyeret rupiah.
Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,07% di Rp 14.060/US$ di pasar spot. Rupiah kemudian berbalik melemah hingga 0,46% ke Rp 14.135/US$.

Di penutupan perdagangan, rupiah berhasil memangkas pelemahan ke Rp 14.090/US$, melemah 0,14%.


Mayoritas mata uang utama Asia memang melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 15:07 WIB, won Korea Selatan menjadi yang terburuk dengan pelemahan 0,27, sementara rupiah di urutan ketiga terburuk setelah China.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia hari ini.

Mayoritas mata uang utama Asia yang melemah hari ini menunjukkan dolar AS sedang kembali diburu pelaku pasar. Maklum saja, lonjakan kasus pandemi penyakit virus corona (Covid-19) di Negeri Paman Sam membuat pelaku pasar sedikit cemas. Alhasil, aksi jual kemungkinan terjadi di bursa saham AS (Wall Street) yang belakangan ini mencatat penguatan signifikan. Tanda-tanda tersebut sudah terlihat dari merosotnya bursa saham berjangka (futures), dengan indeks Dow Jones futures turun sekitar 300 poin sore ini.

Asing Bawa Pergi Duit Rp 2 Triliun, IHSG Ambrol 3%
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading