Rekor! Rupiah Tak Pernah Melemah 9 Pekan Beruntun

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 November 2020 15:40
Ilustrasi Rupiah dan Dolar di Bank Mandiri

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (27/11/2020). Sentimen pelaku pasar yang sedang bagus-bagusnya membuat rupiah berjaya di pekan ini.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,07% di Rp 14.080/US$. Setelahnya rupiah melemah 0,25% ke Rp 14.125/US$.

Rupiah kemudian stagnan di Rp 14.090/US$ hingga beberapa menit sebelum perdagangan ditutup. Di akhir perdagangan, rupiah berada di level Rp 14.070/US$, menguat 0,14% di pasar spot.


Dengan penguatan tersebut, rupiah menjadi mata uang terbaik kedua di Asia. Hingga pukul 15:09 WIB, rupiah hanya kalah dari yen Jepang yang menguat 0,23%. Beberapa mata uang lainnya bahkan melemah.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia.

Dalam 5 hari perdagangan di pelan ini, rupiah hanya melemah pada perdagangan Selasa. Sehingga sepanjang pekan ini Mata Uang Garuda membukukan penguatan 0,57%, dan selama 9 pekan tidak pernah melemah. Rinciannya, menguat 7 pekan beruntun, stagnan pada pekan lalu, kemudian menguat lagi di pekan ini.

Sentimen pelaku pasar sedang bagus-bagusnya membuat rupiah kembali perkasa. Saat sentimen pelaku pasar bagus, investasi akan dialirkan ke negara-negara emerging market seperti Indonesia, yang membuat rupiah perkasa.

Sepanjang pekan ini di pasar saham Indonesia investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp 543 miliar di pasar regular.

Sementara itu, berdasarkan rilis Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, data transaksi 2-5 November 2020, menunjukkan nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp3,81 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp3,87 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 60 miliar. Sementara data transaksi 9 -12 November 2020, menunjukkan beli neto Rp7,18 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp 4,71 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp 2,47 triliun.

Kemudian pada periode 16-19 November aksi beli asing mencapai Rp 8,53 triliun, sebesar Rp 7,04 triliun di pasar SBN, dan Rp 1,49 triliun di pasar saham.

Vaksin Virus Corona Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading