Rawan Aksi Ambil Untung, Bursa Eropa Dibuka Menguat Tipis

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 November 2020 15:56
A computer screen shows news about Brexit with British Prime Minister Theresa May as a broker watches his screens at the stock market in Frankfurt, Germany, Wednesday, Jan. 16, 2019. (AP Photo/Michael Probst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa menguat tipis pada sesi awal perdagangan Kamis (26/11/2020), mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai mengambil nafas di tengah kenaikan pesat 2 pekan ini yang dipicu kepastian politik di Amerika Serikat (AS) dan vaksin corona.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa naik 0,2% di awal perdagangan, tetapi hanya separuh dari indeks sektoral yang bergerak di jalur hijau.

Setengah jam kemudian reli indeks Stoxx surut menjadi 0,1 poin (+0,03%) ke 392,2. Indeks CAC Prancis naik 4,7 poin (+0,09%) ke 5.576,01 dan DAX Jerman tumbuh 3,7 poin (+0,03%) ke 13.293,5. Di sisi lain, indeks FTSE Inggris melemah 12,1 poin (-0,19%) ke 6.378,95.


Pembukaan yang minim gairah tersebut terjadi setelah bursa global cenderung mengerem laju kenaikan setelah mencetak reli yang drastis. Indeks Dow Jones Industrial Average misalnya pada Rabu melemah setelah melewati rekor level psikologisnya sebesar 30.000 pada Selasa.

Koreksi di bursa AS terjadi setelah rilis data pengangguran yang mengecewakan dengan 778.000 orang dilaporkan mengajukan klaim pengangguran baru pada pekan lalu. Ekonom dalam polling Dow Jones semula hanya memperkirakan angka 733.000.

Di sisi lain, bursa Asia Pasifik cenderung bergerak mixed setelah investor bereaksi terhadap risalah rapat November bank sentral AS (Federal Reserve/The Fe). Bank sentral terindikasi membahas kemungkinan menambah kucuran likuiditas ke perekonomian.

Kembali di Eropa, pelaku pasar bakal memantau rilis kinerja keuangan Aviva serta rilis survei GfK mengenai sentimen konsumen Jerman untuk bulan Desember ke depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading