Hati-hati! Banyak Saham Murah, tapi IHSG Rentan Koreksi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 November 2020 08:55
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laju bursa saham domestik pada perdagangan Kamis (26/11/2020), berpeluang melanjutkan tren pelemahan sejalan dengan aksi ambil untung investor.

Pada Rabu kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38% atau 21,7 poin menjadi 5.679,24 poin. Meski demikian, level psikologis IHSG sempat menyentuh posisi 5.770,66 poin namun akhirnya berbalik melemah karena aksi ambil untung.

Data perdagangan mencatat, nilai transaksi menembus Rp 18,16 triliun dengan frekuensi 1,41 juta kali, nilai yang tertinggi sepanjang tahun ini. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp 580,58 miliar.


Head of Research PT MNC Sekuritas, Edwin Sebayang memprediksi, pergerakan IHSG hari akan melaju pada rentang 5.628 - 5.717.

Edwin memaparkan, pelaku pasar mencermati pergerakan indkes Dow Jones yang dalam dua hari terakhir naik 2,66% atau 782,76 poin dan nencapai level tertinggi sepanjang sejarah di level 30,000, meski semalam akhirnya juga tumbang 0,58% dengan volume perdagangan cukup rendah seiring mengecewakannya data tingkat tenaga kerja dan mengantisipasi libur Thanks Giving.

Dari dalam negeri, lanjut Edwin, pelaku pasar juga haru mengantisipasi jika dalam dua minggu ke depan terjadi lonjakan kasus Covid-19, rem darurat berlaku lagi di Jakarta dengan memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sementara itu, Reliance Sekuritas memaparkan, koreksi wajar menjadi faktor utama pelemahan IHSG setelah alami penguatan signifikan di bulan November. Investor asing tercatat net buy sebesar Rp 580,59 miliar rupiah disaat investor domestik terpantau melakukan aksi profit taking.

"Sentimen dari potensi mengurangi jadwal libur akhir tahun 2020 karena sedang dievaluasi pemerintah seakan membuka ruang perdagangan yang lebih panjang di akhir tahun sehingga investor lebih memilih untuk bersikap konservatif," tulis Reliance Sekuritas.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading