Wamen BUMN Buka-bukaan Soal Pembiayaan Proyek Lewat SWF

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
25 November 2020 15:37
Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Kris)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi Gunadi Sadikin, memberikan penjelasan perihal keputusan pemerintah memasukkan anggaran Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Nusantara Investment Authority (NIA) ke dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menurut BGS, sapaan akrab Budi Gunadi, hal itu sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Memang arahan bapak presiden diminta khususnya untuk sektor pembiayaan korporasi itu diberikan stimulus untuk bisa meningkatkan investasi bagi korporasi-korporasi yang ada di Indonesia," ujar BGS dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia, SWF adalah instrumen investasi di mana pengembangan korporasi Indonesia bisa dibiayai oleh investor-investor dari luar negeri dalam bentuk investasi kepemilikan atau kepemilikan saham.


"Bukan investasi pinjaman di mana harus dikembalikan uangnya. Itu sebabnya kami melihat bahwa mekanisme investasi dari luar negeri di masa sulit seperti ini ini akan sangat bisa membantu meningkatkan profil investasi Indonesia dan juga lapangan kerja di Indonesia yang memang sangat dibutuhkan oleh rakyat kita pada saat pandemi ini," kata BGS.

Seperti diketahui, pemerintah masih menyusun aturan turunan perihal NIA. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu bilang ada anggaran untuk SWF dari kelompok pembiayaan investasi di dalam program PEN sebesar Rp 62,22 triliun.

"Kita cadangkan Rp 15 triliun untuk SWF yang ada di Undang-Undang Cipta Kerja sehingga bisa dilakukan aktivasi dari SWF atau yang disebut Presiden Nusantara Invesment Authority," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan parlemen dua pekan lalu.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading