Trump Akhirnya Rela Lengser, IHSG Pesta Pora & Rupiah Ceria

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 November 2020 10:37
President Donald Trump during the second and final presidential debate Thursday, Oct. 22, 2020, at Belmont University in Nashville, Tenn. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai sentimen positif dari eksternal membuat pasar keuangan dalam negeri ceria sejak awal pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli panjangnya hingga hari ini, Rabu (25/11/2020), nilai tukar rupiah juga kembali ke zona hijau di awal perdagangan.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 9:42 WIB, IHSG melesat 1,05% ke 5.760,697. Sepanjang pekan ini, IHSG sudah menguat 3,44%, dan jika melihat ke belakang saat memulai reli pada 5 November lalu, IHSG tercatat "terbang" nyaris 13% dalam 15 hari perdagangan.

Sementara rupiah pagi ini menguat tipis 0,07% ke Rp 14.130/US$, dan sepanjang pekan ini menguat 0,14%. Memang tidak terlalu besar, tetapi rupiah tidak pernah melemah dalam 8 pekan terakhir, rinciannya menguat 7 pekan beruntun dan stagnan pada minggu lalu.


Selama periode tersebut, rupiah membukukan penguatan nyaris 5%.

Kabar baik datang dari AS di pekan ini. Presiden Donald Trump akhirnya membuka pintu pada transisi ke pemerintahan Presiden terpilih Joseph 'Joe' Biden. Administrasi Layanan Umum (GSA) AS akhirnya membuka sumber daya federal untuk transisi setelah pemblokiran berminggu-minggu, Senin (23/11/2020) malam waktu setempat.

Hal ini merupakan kejutan besar. Trump pun, yang masih menolak kemenangan Biden, mengakui sudah waktunya GSA "melakukan apa yang perlu dilakukan".

"Keputusan hari ini adalah langkah yang diperlukan untuk mulai mengatasi tantangan yang dihadapi bangsa kita, termasuk mengendalikan pandemi dan ekonomi kita kembali ke jalurnya," kata tim transisi presiden AS terpilih Joseph 'Joe' Biden dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNBC International, Selasa (24/11/2020).

"Keputusan akhir ini adalah tindakan administratif definitif untuk secara resmi memulai proses transisi dengan lembaga federal."

Dengan dimulainya transisi pemerintahan tersebut, ketidakpastian yang muncul akibat faktor politik akhirnya berkurang. Alhasil sentimen pelaku pasar membaik, bursa saham AS (Wall Street) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, dengan indeks Dow Jones untuk pertama kalinya melewati level 30.000. IHSG juga ikut mendapat imbas positifnya.

Kini pelaku pasar menatap pemerintahan baru, hal bagus lainnya, Joe Biden dikabarkan menunjuk mantan ketua The Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen, sebagai menteri keuangan.

Pelaku pasar percaya wanita yang kini berusia 74 tahun tersebut akan fokus membenahi perekonomian, dan tidak terlibat masalah politik. Selain itu, Yellen juga diperkirakan tidak akan membuat regulasi baru untuk perbankan, yang sebelumnya membuat pelaku pasar cemas.

Yellen merupakan ketua The Fed wanita pertama, dan juga akan menjadi menteri keuangan wanita pertama di AS.

Vaksin Corona Buat Pelaku Pasar Makin Ceria
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading