Di AS Bisa Mengudara, Kapan 737-Max Garuda Terbang Lagi?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 November 2020 13:23
Boeing 737 Max dapat kembali mengudara setelah Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan izin pada Rabu (18/11/2020). (AP/Ted S. Warren) Foto: Boeing 737 Max dapat kembali mengudara setelah Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan izin pada Rabu (18/11/2020). (AP/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyebutkan keputusan untuk menerbangkan kembali Boeing 737-Max setelah pesawatnya ini di-grounded cukup lama bakal memakan waktu panjang. Selain memerlukan izin dari otoritas yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kesiapan pilot juga menjadi pertimbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan keputusan untuk pesawat tersebut boleh terbang sudah mendapatkan persetujuan dari regualor penerbangan Amerika Serikat (AS). Sedangkan di dalam negeri kebijakan tersebut masih memerlukan persetujuan dari Kemenhub.

"Untuk melakukan penerbangan ini ada persiapan yang harus dilakukan termasuk persiapan pesawat dan re-training dari para pilotnya dimana ada jangka waktu cukup lama karena pilot kita harus melalui training dan re-sertifikasi," kata Irfan dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11/2020).


Pertimbangan lainnya adalah banyaknya pesawat milik perusahaan yang saat ini juga masih di-grounded karena kebutuhan dinilai kebutuhan pesawat untuk terbang kembali masih belum cukup besar karena kondisi saat ini.

Adapun saat ini perusahaan hanya memiliki satu armada Boeing 737 Max, sedangkan perusahaan masih memiliki kontrak dengan Boeing untuk pembelian 49 armada pesawat lainnya dengan tipe yang sama.

Irfan mengatakan, hingga saat ini kontrak tersebut masih berjalan dan belum dibatalkan. Diakuinya perusahaan masih terus berkomunikasi dengan Boeing terkait dengan negosiasi kontrak tersebut.

"Ada banyak pembicaraan dengan Boeing, klasifikasinya belum ter-cancel, tentu saja pembicaraan akan kami teruskan dengan Boeing," jelasnya.

Sementara itu, Kemenhub menyebut saat ini masih berkoordinasi dengan Federal Aviation Administration (FAA) yang sudah lebih dahulu memberikan izin terbang bagi pesawat ini di AS. Koordinasi juga dilakukan dengan negara di kawasan untuk harmonisasi kembali jika pesawat tersebut kembali diterbangkan.

"Dan kita juga melakukan koordinasi dengan otoritas di Uni Eropa yang terkait dengan progres dan kita saling berbagi informasi bersama-sama dengan mereka sehingga nanti apabila kita mengoperasikan kembali 737 MAX ini jaminan keselamatan betul-betul sudah didapatkan," kata Novie Riyanto, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Kamis (19/11/20).

Selain itu, dia juga menyebutkan masih ada beberapa prosedur yang harus dilakukan untuk mengeluarkan izin terbang bagi pesawat tersebut.

Adapun grounded atas pesawat ini dilakukan di seluruh negara yang maskapainya menggunakan Boeing 737 Max setelah terjadinya dua kecelakaan saat pesawat tersebut dioperasikan di Indonesia dan Ethiopia.

Kecelakaan tersebut menewaskan 346 orang dalam waktu lima bulan pada 2018 dan 2019 memicu serangkaian investigasi terhadap pesawat ini.

Kecelakaan yang terjadi di Indonesia yakni Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 pada Oktober 2018 lalu dengan rute Jakarta - Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading