Bursa Asia

Nikkei-KOSPI-IHSG Kompak Melorot, Indeks Lainnya Happy!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
20 November 2020 11:39
A man looks at an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. (AP Photo/Eugene Hoshiko) Foto: Bursa Jepang (Nikkei). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia masih bergerak mixed, namun cenderung menguat pada pukul 11:00 WIB, merespons kabar baik dari stimulus Amerika Serikat (AS) yang kembali dibahas dan kabar vaksin AstraZeneca yang berhasil membentuk antibodi di orang dewasa

Pada pukul 11:00 WIB, tercatat hanya dua indeks utama Asia yang masih bergerak di zona merah, yakni Nikkei di Jepang yang melemah 0,77% dan KOSPI Korea Selatan yang terkoreksi 0,1%.

Sedangkan sisanya bergerak ke zona hijau, yakni indeks Straits Times Index (STI) di Singapura yang melesat 0,8%, Hang Seng Hong Kong yang menguat 0,35% dan Shanghai Composite China yang naik 0,1%.


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan pada pukul 11:00 terpantau melemah tipis 0,02% ke level 5.593,03. Pada penutupan 11.30 WIB, IHSG masih minus 0,24% di posisi 5.580.

IHSG pada pagi hari ini cenderung berfluktuasi, di mana selang beberapa menit setelah dibuka, IHSG menguat 0,45% dan sempat menyentuh level psikologis 5.600.

Sebelumnya, bursa saham AS, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (19/11/2020) atau Jumat pagi waktu Indonesia, seiring kabar positif yang datang terkait kelanjutan pembahasan stimulus AS dan kabar positif dari vaksin corona (Covid-19) buatan AstraZeneca.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 44,8 poin atau 0,2% ke 29.483,23 sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,4% ke 3.581,87, sementara Nasdaq tumbuh 0,9% menjadi 11.904,71.

Kabar positif muncul dari Senat, di mana pimpinan majelis rendah Chuck Schumer (senator dari Partai Demokrat) dan pimpinan majelis tinggi Mitch McConnell dari partai Republik menyatakan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan stimulus.

"Sembari menunggu kejelasan vaksin dan tambahan stimulus fiskal, investor benar-benar berupaya menginterpretasikan pengaruhnya dalam waktu dekat," tutur Michael Arone, Kepala Perencana Investasi State Street Global Advisors, kepada CNBC International.

Kabar positif lainnya datang dari vaksin virus Covid-19 besutan AstraZeneca dan University of Oxford yang dinyatakan aman dan memicu antibodi bagi orang dewasa.

Sementara itu, di kawasan Asia, data dan agenda ekonomi yang telah dirilis pagi hari ini adalah data inflasi Jepang periode Oktober 2020, data awal Purchasing Manager' Index (PMI) Jepang versi Jibun Bank periode November 2020, indeks harga produsen (producer price index/PPI) Korea Selatan (Korsel) periode Oktober 2020, dan penetapan suku bunga dasar kredit China.

Berdasarkan data dari Trading Economics, inflasi Jepang periode Oktober 2020 secara tahunan (year-on-year/YoY) turun menjadi -0,4% dari periode yang sama tahun 2019 di angka 0%.

Sedangkan inflasi bulanan (month-on-month/MoM) Jepang masih tetap sama dari sebelumnya pada September 2020, yakni di -0,1%. Adapun inflasi inti Jepang (YoY) naik menjadi -0,7%.

Selain inflasi, Jepang hari ini juga merilis data awal PMI manufaktur versi Jibun Bank periode Oktober 2020, di mana PMI manufaktur awal Jepang pada Oktober 2020 turun 0,4 poin menjadi 48,3.

Sedangkan PMI Jasa awal Negeri Sakura juga turun menjadi 46,7 di Oktober 2020. Adapun PMI Gabungan awal Jepang turun 1 poin menjadi 47.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya artinya ekspansi.

Sementara itu, data PPI Korsel tercatat tumbuh -0,6% pada Oktober 2020 (YoY), sedangkan secara bulanan (MoM), PPI Korsel tumbuh negatif 0,5% pada Oktober 2020.

Selain data inflasi Jepang, PMI Jepang, dan PPI Korsel, hari ini di China, di mana People Bank of China (PBoC) memutuskan untuk tetap menahan suku bunga dasar kreditnya.

Melansir data dari Trading Economics, suku bunga dasar kredit tenor 1 tahun tetap di level 3,85%. Sedangkan untuk tenor 5 tahun juga tetap di level 4,65%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading