10 Saham Paling Rame Ditransaksikan, BUMN Sapu Bersih!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 November 2020 06:02
HUT BUMN (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham perusahaan BUMN dan anak usahanya merajai daftar 10 saham dengan nilai transaksi besar pada perdagangan Rabu kemarin (19/11/2020) seiring dengan lagi bagusnya sentimen di pasar.

Data perdagangan mencatat, emiten BUMN dengan nilai transaksi terbesar kemarin yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang sahamnya diburu setelah muncul kabar dari Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahwa proyek pabrik baterai listrik akan segera diteken. Antam ikut serta dalam proyek yang digagas Kementerian BUMN ini.

Saham Antam kemarin naik 4,20% di level Rp 1.240/saham, melanjutkan kenaikan di hari sebelumnya. Saham ANTM ditransaksikan mencapai Rp 1,1 triliun, dengan volume perdagangan 853,4 juta saham. 


Sementara itu, dari total 10 saham yang ramai ditransaksikan, 8 di antaranya didominasi perusahaan BUMN dan anaknya.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu kemarin berada zona hijau naik 0,50% di level 5.557,51.

Reli IHSG selama 2 pekan terakhir tak terbendung. Sejak 2 minggu lalu IHSG sudah berhasil melesat 8,85% dari level 5.105,19 dan hanya mencatatkan koreksi sekali. Tercatat 232 saham terbang, 210 saham terkoreksi, dab 175 stagnan.

Data perdagangan juga mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 475 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 12,2 triliun.

10 Saham Paling Aktif Ditransaksikan Berdasarkan Nilai

1. Antam (ANTM), nilai transaksi Rp 1,1 triliun, saham +4,20% Rp 1.240

2. Telkom (TLKM), Rp 763,8 miliar, saham -1,24% Rp 3.180

3. Bank BRI (BBRI), Rp 733,7 miliar, saham +2.02% Rp 4.040

4. Bank Central Asia (BBCA), Rp 655,3 miliar, saham +0,31% Rp 32,850

5. PGN (PGAS), Rp 640,7 miliar, saham +7,48% Rp 1.365

6. Bank Mandiri (BMRI), Rp 393,4 miliar, saham +1,60% Rp 6.350

7. HM Sampoerna (HMSP), Rp 303,1 miliar, saham -1% Rp 1.485

8. Bank BRISyariah (BRIS), Rp 290,6 miliar, saham +3,45% Rp 1.350

9. Garuda Indonesia (GIAA), Rp 290,5 miliar, saham +18,79%

10. Timah (TINS), Rp 284 miliar, saham +7,04% Rp 1.140

Pada perdagangan kemarin, saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dengan jual bersih sebesar Rp 79 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 48 triliun.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan beli bersih sebesar Rp 307 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy sebesar Rp 194 miliar.

Edwin Sebayang, Head of Research, PT MNC Sekuritas, pada perdagangan hari ini, Kamis (19/11) juga masih merekomendasikan beberapa saham yang kemarin masuk top value transaksi di BEI, dua di antaranya yakni Bank BRI dan Garuda Indonesia.

"BBRI ditutup menguat 2% ke level Rp 4.040 pada perdagangan kemarin (18/11). Selama BBRI belum mampu menembus resistance [batas atas] di Rp 4.190, maka BBRI masih rentan terkoreksi untuk membentuk wave 4 dari wave (C). Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan akumulasi," tulis Edwin dalam riset analisis teknikal, dikutip Kamis pagi ini.

"Akumulasi buy Rp 3.700-3.920, target price Rp 4.200-4.400, stop loss below Rp 3.690," katanya.

Adapun GIAA, Edwin menganalisis, "GIAA ditutup menguat signifikan sebesar 18,8% ke level Rp 392. Kami perkirakan saat ini posisi GIAA sudah berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (A) pada skenario biru. Hal tersebut berarti, penguatan GIAA sudah relatif terbatas dan rentan terkoreksi. Adapun level koreksi GIAA berada pada rentang 330-380," katanya.

"Rekomendasi sell on strength Rp 394-406," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading