Saham Jalan Tol Ngamuk! Efek Yusuf Mansur atau Joglosemar?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 November 2020 12:22
Foto: detik.com/ Tripa Ramadhan

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten infrastruktur dan jalan tol tiba-tiba ditutup melesat pada perdagangan sesi I, Senin ini (16/11/2020) di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 0,25% di level 5.474,66.

Data perdagangan mencatat, nilai transaksi mencapai Rp 5,73 triliun, 217 saham naik, 177 saham turun, dan 189 saham stagnan.

Investor asing masih mencatatkan net sell alias jual bersih Rp 309,38 miliar setelah sepekan lalu sempat ramai dengan aksi borong asing alias net buy.


Menariknya, data perdagangan menunjukkan, saham-saham sektor infrastruktur dan jalan tol menguat. Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) naik 3,39% di level Rp 4.270/saham, lalu saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) juga naik 1,87% di level Rp 109/saham.

Berikutnya saham PT Astra International Tbk (ASII) yang masuk ke bisnis jalan tol lewat Astra Infra juga naik 0,85% di posisi Rp 5.950/saham, juga PT Waskita Karya Tbk (WSKT) naik 4,79% di level Rp 985/saham.

Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga naik 2,15% di Rp 1.425/saham, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 0,48% di Rp 41.850/saham. Baik WSKT, WIKA, maupun GGRM masuk ke bisnis jalan tol lewat anak usaha mereka.

Hanya saja, saham pengelola jalan tol lainnya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melemah sendirian 2,19% di Rp 895/saham.

Saham konstruksi BUMN yakni PT PP Tbk (PTPP) juga naik 4,39% di Rp 1.070/saham, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik 8,57% di Rp 760/saham.

Penguatan saham-saham ini terjadi di tengah satu kabar positif di sektor ini. Pekan lalu, Tol Yogyakarta-Bawen dengan nilai investasi Rp 14 triliun, akhirnya segera dibangun. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), yang berlangsung di Jawa Tengah, Jumat lalu (13/11/20).

Konsorsium yang terdiri dari 5 perusahaan BUMN mengerjakan proyek ini setelah memenangkan lelang. Konsorsium ini meliputi JSMR dengan porsi saham 60%, ADHI 12,5%, WSKT 12,5%, PTPP 12,5% dan PT Brantas Abipraya (Persero) 2,5%.

"Dengan ditandatangani PPJT ini, saya sangat bersyukur karena nanti Joglosemar (Jogja Solo Semarang) menjadi kawasan yang terhubungkan satu sama lain," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di sela menghadiri prosesi penandatanganan PPJT tersebut.

Selain itu, kenaikan ini juga terjadi saat ustaz kondang Yusuf Mansur menyatakan akan fokus pada saham-saham sektor jalan tol setelah berhasil cuan di saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dan masuk ke saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

"Abis ini [Garuda], kita masuk ke [saham-saham] jalan tol, jalan tol, kita bikin jadi punya rakyat secara direct," kata Yusuf Mansur, dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (16/11/2020).

Hanya saja YM, panggilan akrabnya, tak menyebutkan spesifik saham yang dibidik.

Mengacu data BEI, beberapa saham di sektor ini di antaranya JSMR, META, CMNP, WSKT, ASII, dan GGRM lewat anak usahanya.

Dari saham-saham tersebut, yang masuk Daftar Efek Syariah (DES) per Juli 2020 versi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni JSMR, META, CMNP, WIKA, ASII, sementara WSKT dan GGRM tak masuk saham syariah.

Ditanya soal deretan saham-saham ini, YM hanya menjawab singkat, "all tolls, hehehe," jawabnya.

Adapun Tim Riset CNBC Indonesia menilai sentimen positif bagi emiten konstruksi dan infrastruktur saat ini adalah dari rencana pemerintah menggenjot pembangunan infrastrukstur.

Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membangun proyek-proyek infrastruktur. Sebanyak 12 ruas tol baru ditargetkan mulai konstruksi pada tahun 2021.

Proyek-proyek tersebut dikerjakan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Sebagian merupakan proyek solicited atau yang diprakarsai pemerintah, sebagian lagi adalah unsolicited atau yang diprakarsai badan usaha.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading