Internasional

Ekonomi Thailand Masih Resesi, PDB Minus 6,4%

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 November 2020 10:56
Supporters of the monarchy wave flags and display images of King Maha Vajiralongkorn, Queen Suthida and late King Bhumibol Adulyadej as they gather in front of the Grand Place in Bangkok, Thailand, Sunday, Nov. 1, 2020. Hundreds of royalists gathered close to the Grand Palace in which King Maha Vajiralongkorn is scheduled to visit for a Buddhist religious ceremony. (AP Photo/Wason Wanichakorn)

Jakarta, CNBC Indonesia - EkonomiĀ Thailand kembali kontraksi di kuartal III (Q3) 2020. Produk domestik bruto (PDB) negara kerajaan itu negatif 6,4% dari Juli hingga September dalam basis tahunan (yoy), berdasarkan pengumuman terbaru Badan Perencanaan Ekonomi, Senin (16/11/2020).

Meski demikian, mengutip Trading Economics, ini jauh lebih baik dibanding perkiraan analis sebelumnya yang memprediksi ekonomi -8,6%. Di Q2 lalu, ekonomi -12,2%, terburuk sejak 1998 lalu.




Meningkatnya ekspor dan pariwisata domestik seiring pelonggaran pembatasan sosial yang terus dilakukan mendorong ekonomi tumbuh. Sebelumnya Thailand memberlakukan penguncian bisnis dan menutup perbatasan untuk orang asing guna menahan Covid-19.

Ini membuat lembaga negara itu meningkatkan perkiraan ekonomi 2020 menjadi -6% dari sebelumnya di kisaran -7,3 hingga -7,8%. Sementara di 2021, ekonomi diprediksi tumbuh 3,5% hingga 4,5%.

"Kami dapat mengatakan bahwa titik terendah kami adalah pada kuartal kedua," kata Sekretaris Jenderal Badan Perencanaan Ekonomi Thailand Danucha Pichayanan kepada Nikkei Asia Review pekan lalu.

"Kuartal ketiga masih negatif tapi bukan kontraksi dua digit," ujar Direktur Senior bank sentral Bank of Thailand Chayawadee Chai-Anant, akhir Oktober.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading