Buka-bukaan Bos KFC Bantah Kabar Upah Karyawan Dipotong

Market - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
11 November 2020 10:07
In this photo taken Tuesday, July 30, 2019, a sign outside a Kentucky Fried Chicken restaurant in Conyers, Ga.is shown. (AP Photo/John Bazemore)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang hak waralaba KFC Indonesia yakni PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) angkat suara terhadap kabar yang menyebut perusahaan tidak akan membayar gaji pegawai yang sempat ditunggak. Perusahaan membantah kabar tersebut.

Direktur FAST Justinus Dalimin Juwono mengatakan perusahaan akan memenuhi semua kewajiban kepada pegawainya, termasuk dalam persoalan upah.

"Tidak benar, semua yang di-hold akan dibayar pada waktunya! Kalau dibayar 50%, pasti yang 50% lagi akan dibayar!," kata Justinus kepada CNBC Indonesia, Selasa (10/11/2020).

Pernyataan tersebut untuk menjawab bahwa ada tudingan bahwa pegawai KFC tidak mendapatkan hak sebagaimana mestinya, yakni pemotongan pada upah yang ditunda.



Pegawai KFC sempat mengalami penundaan upah pada bulan April silam hingga 50%. Sebagian ada yang tertunda di kisaran 30%, yaitu tergantung grade dari pegawai tersebut. Gaji para pegawai kala itu harus terpotong karena terdampak pandemi Covid-19.

Lebih dari enam bulan setelah kebijakan tersebut diambil, pembayaran upah yang sebelum tertunda disebut-sebut baru dibayarkan akhir bulan ini.

Koordinator Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Anthony Matondang mengungkapkan besarannya pun bakal dipotong kembali.

"Ironisnya dipotong 50%. Jadi yang dikembalikan 50%. Hold-nya tetap berjalan. Katakan Rp 1,2 juta yang di-hold, Rp 600 ribu yang dikembalikan. Tapi masih dipotong. Ini kan nggak berasa sama sekali," kata Anthony kepada CNBC Indonesia, Senin (9/11/2020).



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading