Efek Vaksin Pfizer, Bursa Eropa Bergerak Variatif

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
10 November 2020 15:39
FILE PHOTO: A trader sits in front of the computer screens at his desk at the Frankfurt stock exchange, Germany, June 29, 2015.  REUTERS/Ralph Orlowski/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa bergerak variatif pada sesi awal perdagangan Selasa (10/11/2020), mengesampingkan munculnya harapan bahwa vaksin corona yang efektif telah ditemukan.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa terkoreksi 1% meski bursa saham global menguat setelah raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech mengumumkan temuan vaksin dengan efektivitas 90%.

Setengah jam kemudian koreksi indeks Stoxx surut menjadi 0,2 poin (+0,1%) ke 381,2. Indeks DAX Jerman surut 17,1 poin (-0,1%) ke 13.078,88 dan CAC Prancis tumbuh 8,25 poin (+0,2%) ke 5.344,57. Di sisi lain, indeks FTSE Inggris naik 18,55 poin (+0,3%) ke 6.204,84.


Kabar temuan vaksin Pfizer tersebut telah mengangkat bursa saham AS, setelah sebelumnya menghijau karena Joe Biden diumumkan memenangi pemilihan presiden (pilpres) AS, menurut proyeksi NBC News.

Namun pada hari ini, kontrak berjangka (futures) pada Selasa pagi melemah menyusul reli di sesi sebelumnya. Kontrak futures Dow Jones Industrial Average drop 126 poin, sejalan dengan pelemahan kontrak futures S&P 500 dan Nasdaq 100.

Pasar saham di Asia Pasifik bergerak variatif pada Selasa setelah saham maskapai penerbangan menguat karena sentimen temuan vaksin yang diperkirakan akan membuat aktivitas ekonomi dan perjalanan udara kembali normal.

Pemodal mengantisipasi rilis angka pengangguran Inggris dan Prancis yang akan dirilis hari ini, demikian juga dengan rilis kinerja keuangan Adidas dan Siemens Energy.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading