IHSG Profit Taking Sejenak, Asing Borong Rp 103 M nih!

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
09 November 2020 11:49
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela ditutup di zona merah, turun0,10% di level 5.329,98 pada perdagangan sesi I, awal pekan Senin (9/11/20).

Setelah pagi tadi IHSG terbang tinggi 1,12% di level 5.395 karena kepastian kemenangan calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden dan wapresnya Kamala Harris membuat pasar kembali semringah.

Jelang penutupan sesi pertama, kenaikan IHSG terpangkas karena para investor melakukan aksi profit taking atau merealisasikan keuntungan, terutama investor lokal, karena IHSG sudah terbang tinggi dalam beberapa hari terakhir.


Tercatat IHSG bahkan pada hari ini berhasil menembus level tertinggi sebelumnya 5.381 sejak anjlok diserang virus corona Maret silam.

Namun data perdagangan mencatat, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) sebanyak Rp 102,77 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 5,8 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Astra Internasional Tbk (ASIII) dengan jual bersih sebesar Rp 43miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 20 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PTBank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp176miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan net buy sebesar Rp37miliar.

Dari dalam negeri, ada rilis data indikator yang patut diperhatikan yaitu Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan merupakan leading indicator, indikator mula untuk meneropong ke mana ekonomi akan bergerak, kontraksi atau ekspansi.

Per September 2020, IKK Indonesia masih mengalami kontraksi, di mana angkanya masih di bawah 100, yakni berada di angka 83,4.

Sementara dari Bursa Paman Sam,Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat tajam 6,87%secara point-to-point, S&P 500 melesat 7,32%. Sedangkan kenaikan Nasdaq Composite terbilang fantastis dari dua indeks lainnya, yakni meroket 9,39%.

Kenaikan tiga indeks dari bursa Wall Street tersebut tidak lain karena sentimen pemilihan presiden AS yang telah dimenangkan oleh calon dari Partai Demokrat, yakni Joseph 'Joe' Biden, bersama pasangannya Kamala Harris melawan petahana Donald Trump-Mike Pence.

Pada Minggu, 8 November 2020 pukul 09:38 WIB, Biden memperoleh 290 suara elektoral (electoral college votes) berbanding 214 untuk Trump. Butuh 270 suara elektoral untuk menjadi pemenang pemilihan presiden sehingga Biden sudah sah menggenggam status sebagai presiden AS terpilih.

Kemenangan Biden sejatinya sudah diperkirakan jauh-jauh hari. Berbagai jajak pendapat mengunggulkan eks wakil presiden pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama ini ketimbang Trump.

Satu hal yang membuat pelaku pasar lebih nyaman dengan Biden adalah ekspektasi bahwa kebijakan pemerintah ke depan tidak akan 'aneh-aneh'.

Kemungkinan besar tidak ada lagi perang dagang yang memanas antara AS dengan berbagai negara, terutama China.

Tidak ada lagi presiden yang terang-terangan 'menyerang' gubernur bank sentral. Tidak ada lagi cuitan-cuitan di Twitter yang menggemparkan tidak hanya dunia maya tetapi juga dunia nyata.

"Biden adalah kabar baik buat pasar. Kami sudah lelah dengan dampak yang muncul dari cuitan-cuitan Trump," tegas Christopher Stanton, Chief Investment Officer Sunrise Capital Partners, sebagaimana dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading