Internasional

Moncer, Samsung Electronics Catat Untung Rp 121 T

Market - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
29 October 2020 09:30
Logo Samsung. (AP/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia- Samsung Electronics melaporkan keuntungan pada kuartal III-2020 sebesar 9,3 triliun won (sekitar Rp 121 triliun) atau 48,8% dibandingkan periode yang sama 2019. Pertumbuhan ini didorong oleh bisnis seluler dan chipnya, setelah Amerika Serikat (AS) menetapkan sanksi pada perusahaan asal China, Huawei, yang sekaligus pesaing bisnisnya.

Dilansir dari AFP, pembuat smartphone dan chip memori terbesar di dunia itu mengatakan keuntungan mencapai US$ $ 8,3 miliar, laba operasional naik 58,7% menjadi 12,35 triliun won, dan penjualan naik 8% menjadi 66,96 triliun won.




Perusahaan ini merupakan anak perusahaan utama dari raksasa Grup Samsung, yang sejauh ini merupakan salah satu konglomerat terbesar dunia. Perusahaan ini dikendalikan keluarga yang mendominasi bisnis di ekonomi terbesar ke-12 dunia, dan berperan penting bagi kesehatan ekonomi Korea Selatan.

Angka-angka ini diumumkan sehari setelah penguburan mendiang ketua Lee Kun-hee, yang mengubah perusahaan itu menjadi salah satu kekuatan global. Korea Selatan kembali tumbuh pada kuartal ketiga, didorong oleh kinerja ekspor yang lebih baik dari perkiraan.



Analis mengatakan peluncuran perangkat handset premium terbaru Samsung, Galaxy Note 20 dan Galaxy Z Fold 2 pada bulan Agustus, ditambah dengan penjualan yang kuat dari ponsel kelas menengah, memimpin kinerja kuartal ketiga perusahaan.

Selain itu larangan AS terhadap perusahaan asing yang menyediakan teknologi asal AS kepada Huawei, yang mulai berlaku pada 15 September, memutus pasokan penting semikonduktor dan perangkat lunak yang diperlukan untuk membuat ponsel cerdas dan peralatan 5G.

Sanksi terhadap Huawei ini juga memberikan dorongan pada bisnis Samsung. Selain itu, omset keseluruhan Samsung setara dengan seperlima dari produk domestik bruto Korea Selatan.

"Samsung telah cukup agresif dalam peluncuran baru serta strategi saluran, mengandalkan sentimen anti-China yang sedang berlangsung," Prachir Singh, seorang analis senior di pengamat pasar Counterpoint mengatakan kepada AFP, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2020).



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading