Ada Pandemi Covid-19, Cuan Sritex di Q3 Cuma Tipis Saja

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 October 2020 14:53
Ilustrasi Logo Sritex. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tekstil Sritex atau PT Rejeki Isman Tbk (SRIL) mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 73,79 juta atau setara Rp 1,07 triliun dengan kurs Rupiah Rp 14.620 per dollar AS sampai dengan kuartal III-2020.

Perolehan laba bersih ini mengalami kenaikan tipis 2,18% dari periode sama di tahun sebelumnya sebesar US$ 72,21 juta atau setara Rp 1,05 triliun.

Mengacu laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan, penjualan SRIL tercatat naik 1,34% menjadi US$ 907,09 juta dari sebelumnya US$ 895,07 juta.


Secara rinci, pendapatan tersebut dikontribusi dari penjualan ekspor sebesar US$ 517,08 juta. Penjualan ekspor benang dan kain jadi masih memiliki andil terbesar, yakni US$ 203,10 juta dan US$ 150,36 juta.

Sedangkan, untuk pasar domestik, nilainya mencapai U$ 390 juta. Penjualan terbesar dikontribusi dari benang dan pakaian jadi masing-masing sebesar US$ 157,38 juta dan US$ 115,69 juta

Di sisi lain, beban pokok penjualan SRIL juga mengalami kenaikan sebesar 3,21% menjadi US$ 738,57 juta dibanding akhir kuartal III 2019 sebesar US$ 715,54 juta.

Ekuitas perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara ini tercatat senilai US$ 661,67 juta atau tumbuh 11,64% dibanding posisi akhir Desember 2019 sebesar US$ 592,66 juta.

Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan turun 11,07% menjadi US$ 1,073 miliar dibanding akhir Desember 2019 US$ 966,58 juta. Dari sisi aset tercatat tumbuh 11,28% menjadi senilai US$ 1,73 miliar dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai USD1,55 miliar.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Direktur Utama Sri Rejeki Isman, Iwan S. Lukminto yang juga Ketua Asosiasi Emiten Indonesia ini, perseroan melakukan penjualan secara daring guna menggantikan pasar offline domestik yang tengah melemah.

Sementara untuk pasar luar negeri yang menjadi 65% pasar SRIL masih terus dipantau mengingat banyak negara yang melakukan kebijakan karantina wilayah.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading