Kasus Corona Meningkat, Bursa Eropa Melemah di Sesi Awal

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 October 2020 15:28
The German share price index DAX graph is pictured at the stock exchange in Frankfurt, Germany, September 10, 2018.    REUTERS/Staff

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa terjerembab ke jalur merah pada sesi awal perdagangan Senin (26/10/2020), menyusul kenakan kasus corona dan kembali buntunya kesepakatan stimulus di Amerika Serikat (AS).

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa, tertekan 0,9% pada pembukaan, dengan indeks sektor teknologi anjlok 5,1% menjadi pemimpin koreksi. Indeks saham sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang menguat.

Setengah jam kemudian, koreksi Stoxx 600 memburuk menjadi -4,2 poin (-1,2%) ke 358,29. Indeks DAX Jerman turun 320,3 poin (-2,5%) ke 12.325,46 dan CAC Prancis drop 52,95 poin (-1,1%) ke 4.856,69. Di sisi lain, indeks FTSE Inggris turun 38,35 poin (-0,65%) ke 5.821,93.


Kenaikan kasus corona di Benua Biru terus terjadi, di mana Prancis melaporkan rekor kenaikan harian infeksi baru pada Minggu, Italia memerintahkan bar tutup lebih awal dan menutup sasana latihan (gym), sementara Spanyol memberlakukan jam malam untuk menekan penyebaran virus.

AS juga melaporkan rekor kenaikan kasus infeksi Covid-19 pada Jumat dengan lebih dari 83.000 kasus, melampaui posisi puncaknya pada pertengahan Juli, meski Presiden AS Donald Trump ngotot bahwa Negara Adidaya itu telah "memutar arah" pergerakan virus.

Buras Asia bergerak mixed setelah investor memonitor perkembangan situasi di bursa global, sementara kontrak berjangka (futures) bursa AS mengindikasikan bahwa Wall Street akan terseret pada pelemahan ketika dibuka malam nanti (WIB).

Di sisi lain, harapan akan munculnya stimulus baru di AS jelang pemilihan presiden 3 November masih tipis setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi kepada CNN akhir pekan lalu mengatakan kesepakatan dimungkinkan tercapai pekan ini jika Daftar Isian Masalah (DIM) yang telah dikirim ke Menteri Keuangan Steven Mnuchin segera dijawab pada Senin.

Dari sisi ekonomi, pelaku pasar bakal memantau data survei ekspektasi dan iklim bisnis Jerman versi Ifo Institute per Oktober, setengah jam setelah pembukaan pasar nanti.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading