Steadfast Marine Digugat Pailit Lagi, Apakah Ekuitas Seret?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 October 2020 09:34
Steadfast Marine Catat Penurunan Pendapatan (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten galangan kapal, PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) kembali digugat pailit. Kali ini, perseroan digugat oleh PT International Paint Indonesia dan Karyawaja Ekamulia.

Permohonan gugatan pailit ini didaftarkan para penggugat di Pengadilan Niaga, PN Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Oktober 2020 dengan surat No.42/PDT/SUS-PAILIT/2020/PN.NIAGA JKT PST.

Besaran gugatan yang diajukan PT International Paint Indonesia sebesar Rp 1,74 miliar dan Karyawaja Ekamulia sebesar Rp 1,11 miliar. Kedua penggugat tersebut adalah pemasok dari perusahaan untuk beberapa proyek kapal yang dikerjakan Steadfast Marine.


"Latar belakang gugatan adalah dikarenakan keterlambatan perusahaan dalam melakukan pembayaran atas kewajiban kepada para penggugat," tulis manajemen KPAL, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (26/10/2020).

Sekretaris Perusahaan KPAL, Fajar Gunawan mengatakan, saat ini tuntutan tersebut belum berdampak terhadap kegiatan produksi perusahaan. Total nilai tuntutan yang diajukan penggugat sebesar 0,5% dari total aset perseroan dan 1,5% dari total ekuitas, sehingga tidak memberikan dampak material.

"Saat ini tindak lanjut yang perseroan lakukan adalah dengan melaksanakan kewajiban kami terhadap para penggugat yang saat ini sedang membicarakan udaha perdamaian dengan para penggugat," kata Fajar Gunawan.

Catatan CNBC Indonesia, bukan kali ini saja KPAL digugat pailit. Pada tahun lalu, perseroan digugat pailit oleh Cable Source Pte Ltd. Hal ini kemudian membuat otoritas bursa bergerak cepat dan sempat menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) di semua pasar, mulai sesi II Rabu, 16 Oktober 2019.

"Merujuk pada informasi adanya Permohonan Pernyataan Pailit kepada Steadfast Marine selaku Termohon oleh Cable Source dalam laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 47/Pdt.Sus-Pailit/2019/PN NiagaJkt.Pst tanggal 13 September 2019," kata Goklas Tambunan, Kadiv Penilaian Perusahaan BEI dan Irvan Susandy, Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading