Internasional

Yuan China Makin Getol 'Kudeta' Dolar AS, Nih Buktinya

Market - sef, CNBC Indonesia
25 October 2020 07:15
FILE PHOTO:  U.S. 100 dollar banknotes and Chinese 100 yuan banknotes are seen in this picture illustration in Beijing, China, January 21, 2016. REUTERS/Jason Lee/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - China sepertinya makin keras meningkatkan fleksibilitas mata uang yuan. Bahkan China terus mengurangi pembatasan penggunaan Yuan lintas batas.

Hal ini diungkapkan Gubernur Bank Sentral negeri itu Yi Gang, sebagaimana dikutip dari CNBC International. Ia mengatakan langkah ini juga bakal semakin mempromosikan industri jasa keuangan negeri itu.



"Meningkatkan fleksibilitas yuan, dan membiarkan nilai tukar memainkan peran yang lebih baik sebagai penstabil otomatis dalam ekonomi makro dan neraca pembayaran internasional," katanya dalam konferensi Bund Summit di Shanghai, Sabtu (24/10/2020), dikutip Minggu (25/10/2020).

Menurut kantor berita Xinhua, China berencana untuk memperluas beberapa skema investasi keluar untuk memenuhi kebutuhan investor dalam negeri untuk mengalokasikan aset secara global. Ini menyusul penguatan yang stabil dalam yuan terhadap dolar.



Sebelumnya, dolar AS selama ini dipandang sebagai mata uang dominan karena jauh lebih banyak digunakan ketimbang mata uang negara lainnya. Namun belakangan, mata uang China, yuan, juga mulai menunjukkan kekuatannya.

Yuan telah meningkat cakupannya dalam cadangan global serta perdagangan internasional. Hal itu pun dianggap sebagai salah satu langkah awalnya menggantikan dominasi dolar sebagai mata uang cadangan dunia.

Meski begitu, sejumlah analis menilai keunggulan yuan di kancah global masih jauh tertinggal dari dolar. Ini juga termasuk mata uang Eropa, euro.

Menurut ahli strategi investasi senior di Vontobel Asset Management, Sven Schubert ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan dominasi yuan di kancah global. Di antaranya teknologi dan dukungan investasi.

"Faktor-faktor seperti perang teknologi yang semakin memanas antara AS dan China, serta pengaruh Beijing yang semakin meningkat melalui inisiatif Belt and Road, juga penting dalam jangkauan dominasi yuan," kata Schubert.

"Berkat Belt and Road Initiative (BRI) China, pengaruhnya di kawasan Eurasia dan Afrika meningkat karena mengikat banyak negara ke sistem ekonominya, yang membuka jalan bagi yuan untuk menemukan jalannya lebih banyak lagi ke dalam kontrak perdagangan global," katanya.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading