Halo Nasabah Jiwasraya, Ini Update Soal Restrukturisasi Polis

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 October 2020 19:27
Jiwasraya (CNBC Indonesia/Ranny Virginia Utami)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah mempersiapkan proses restrukturisasi polis nasabah yang dijadwalkan bakal diumumkan bulan depan. Saat ini Jiwasraya tengah mempersiapkan data-data nasabah dan meminta para pemegang polis ini untuk melakukan pembaharuan data untuk melancarkan proses tersebut.

Direktur Pemasaran Ritel Jiwasraya Fabiola Sondakh mengatakan seluruh nasabah diharapkan untuk terlibat dalam proses tersebut. Lantaran langkah ini dilakukan untuk memvalidasi sekaligus melengkapi data-data terbaru apabila terdapat perubahan dari para pemegang polis.

"Sejak Agustus lalu kami sudah melakukan sosialisasi yang intensif dan menyiapkan berbagai infrastruktur layanan terkait upaya pengkinian data. Kami giatkan upaya ini karena manajemen baru berpikir data terbaru adalah pijakan kegiatan korespondensi yang akan dilakukan secara intensif dengan pemegang polis menjelang program restrukturisasi," kata Fabiola dalam siaran persnya, Jumat (23/10/2020).


Dia menjelaskan, proses ini dilakukan dengan menghubungi nasabah secara langsung baik melalui pesan singkat maupun panggilan telepon dan pengumuman pada website resmi perusahaan.

Namun demikian, proses ini tak selalu berjalan mulus karena terdapat beberapa kendala seperti nomor kontak yang tidak aktif dan alamat rumah yang berubah karena datanya sudah lama tidak diperbaharui oleh pemegang polis.

"Jadi Kami tidak bosan menghimbau agar para pemegang polis bisa bekerjasama dengan melengkapi data sebelum Kami menawarkan program penyelamatan polis. Hal ini juga bertujuan agar pemegang polis bisa mendapatkan rasa aman dan nantinya dapat terlayani dengan baik," kata Kompyang Wibisana Sekretaris Perusahaan Jiwasraya.

Data perusahaan per 31 Agustus 2020 mencatat, jumlah pemegang polis di Jiwasraya mencapai 2,63 juta orang, di mana lebih dari 90% nasabah adalah pemegang polis program pensiunan dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Dalam rapat panitia kerja (Panja) Komisi VI DPR RI disebutkan negara bakal memberikan suntikan senilai total Rp 22 triliun untuk menyelesaikan polis-polis nasabah tersebut.

Keputusan ini telah disepakati bersama oleh panja Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manajemen Jiwasraya dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau saat ini disebut Indonesia Financial Group (IFG).

"Dalam usaha melaksanakan restrukturisasi tersebut akan diberikan penambahan modal kepada BPUI sebesar yang diajukan akan dibahas, Rp 12 triliun pada tahun anggaran 2021, untuk tahap pertama. Kemudian Rp 10 triliun pada tahun 2022," kata Arya Bima, Ketua Rapat Panja Asuransi Jiwasraya, di kawasan DPR RI, Kamis (1/10/2020).

Dana tersebut akan diberikan kepada BPUI sebagai perusahaan holding perasuransian dan penjaminan pelat merah sebagai modal pembentukan perusahaan asuransi baru, yang diberi nama IFG Life. Perusahaan ini nantinya ditujukan untuk menampung nasabah-nasabah Jiwasraya yang bersedia direstrukturisasi polisnya.

Untuk itu, pemerintah bersama dengan manajemen Jiwasraya telah mempersiapkan skema restrukturisasi polis ini. Restrukturisasi ini akan ditawarkan kepada nasabah Jiwasraya baik pemegang polis tradisional maupun JS Saving Plan.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjaatmadja mengatakan treatment yang akan diberikan kepada pemegang Polis Tradisional dan Saving Plan nantinya akan berbeda. Namun pada dasarnya nanti masing-masing nasabah akan mengalami penyesuaian manfaat investasi dari nilai sebelumnya.

Untuk nasabah polis tradisional, restrukturisasi yang ditawarkan dalam bentuk penyesuaian tingkat suku bunga dan pilihan untuk pemegang polis untuk melakukan top up premi atau mendapatkan manfaat masa depan yang lebih kecil.

Sedangkan untuk JS Saving Plan dalam bentuk seluruh nilai tunai (100%) dicicil secara bertahap tanpa bunga dalam jangka panjang, atau dengan cicilan dengan jangka yang lebih pendek tetapi dengan menerapkan haircut terhadap nilai tunai.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading