Roundup

Mau Trading? Simak Dulu 8 Kabar Pasar "Hot" Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 October 2020 08:31
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin (19/10/20) ditutup hijau dengan meyakinkan 0,45% di level 5.126,33 setelah muncul sentimen positif rilis data pertumbuhan ekonomi China.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 358 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 8,6 triliun.

Setelah tumbuh 3,2% pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi china pada Q3 naik 4,9% sedikit di bawah konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan PDB Negeri Panda naik 5,2%.


Artinya, ekonomi negeri yang dipimpin Xi Jinping ini sudah sangat dekat dengan level sebelum pandemi.

"China menjadi negara besar pertama yang kembali ke jalur pertumbuhan ekonomi. Ini bisa terjadi berkat penanganan pandemi yang cepat serta respons stimulus yang efektif," sebut riset Capital Economics.

Sementara itu dari Negeri Paman Sam, stimulus fiskal di AS sepertinya tidak akan cair sebelum pilpres selesai.

Hal ini tentunya membenahi sentimen pelaku pasar yang selama ini menanti tambahan stimulus. Selain itu, pemulihan ekonomi Paman Sam juga akan melambat tanpa adanya stimulus fiskal.

Selain kabar tersebut, beberapa kabar emiten di kemarin juga menarik untuk disimak sebelum pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

1. Bank Mandiri 'Suntik' Pelindo IV Rp 350 M, Buat Apa Saja?

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyetujui fasilitas pinjaman sebesar Rp 350 miliar kepada PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) atau Pelindo IV.

Dana tersebut nantinya akan digunakan BUMN kepelabuhanan itu untuk menunjang kegiatan operasional dan pembiayaan kepada vendor Pelindo IV.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi menyampaikan, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional melalui fasilitas pembiayaan kredit produktif program PEN (pemulihan ekonomi nasional).

2. Perluas Bisnis Gas di Asia, PGN Gandeng Perusahaan Jepang Ini

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menandatangani kerja sama proyek bersama (Joint Project) dengan lembaga promosi dan asistensi teknik perminyakan asal Jepang, Japan Cooperation Center Petroleum (JCCP) guna meningkatkan dan memperluas bisnis gas PGN di kawasan regional dan internasional.

Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar dan Eiji Hiraoka selaku Direktur Eksekutif Senior JCCP pada Senin (19/10/2020).

Syahrial mengatakan bahwa kerja sama ini juga bertujuan untuk mempromosikan pengembangan teknologi pengelolaan gas bumi, serta mempererat hubungan antara Indonesia dengan Jepang. JCCP merupakan organisasi pemerintah di bawah naungan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (Ministry of Economy, Trade and Industry/ METI) Jepang dan beranggotakan perusahaan-perusahaan minyak dan gas.

3. Sempat PHK Pegawai, RS OMNI Bakal Rights Issue Rp 1,4 T

Induk usaha rumah sakit OMNI Hospitals, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) berencana mengakuisisi seluruh saham perusahaan rumah sakit PT Elang Medika Corpora (EMC) senilai Rp 1,25 triliun.

Untuk memuluskan rencana ini maka perusahaan akan melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan, sebesar 99,99% saham EMC akan diambilalih dari pemegang saham lama yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan harga Rp 1.000/saham.

4. Siap-Siap! BRI Turunkan Bunga Kredit Akhir Bulan Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berpotensi kembali menurunkan suku bunga dasar kredit sebagai upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Jakarta.

Haru menjelaskan, penurunan suku bunga dasar kredit diberikan untuk segmen pinjaman ritel dan mikro. "Untuk pinjaman ritel turun 5 basis poin menjadi 9,75% sedangkan mikro turun 25 basis poin menjadi 16,50%, sementara itu untuk segmen korporasi dan kredit konsumer tidak mengalami perubahan, dimana seluruhnya masih belum memperhitungkan premi risiko," urainya.

Ketentuan ini akan berlaku efektif mulai tanggal 31 Oktober 2020. Perseroan sendiri telah menurunkan suku bunga kreditnya secara bertahap sejak pandemi COVID- 19 terjadi di Indonesia pada Maret yang lalu.

5. Diam-diam, Qatar National Bank Suntik Bank QNB Rp 444 M

Qatar National Bank (QPSC), pemegang saham pengendali PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), melakukan setoran modal sebesar US$ 30 juta atau setara dengan Rp 444 miliar (kurs Rp 14.800/US$).

Qatar National Bank memegang saham BKSW sebesar 92,48% per September 2020.

"Perseroan telah menerima penempatan dana berupa dana setoran modal dari pemegang saham pengendali perseroan yakni Qatar National Bank," kata dua Direktur Bank QNB Indonesia, Windiartono Tabingin, dan Leka Madiadipoera, dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Senin (19/10/2020).

6. Mau IPO, Mitratel Borong Menara Telkomsel & Jadi Raja Menara

Dua anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), melakukan transaksi terafiliasi.

Mitratel membeli sebanyak 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel yang tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA).

Untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel, Mitratel harus membayar sekitar Rp 10,3 triliun sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI.

Menurut sejumlah pelaku pasar modal, ini merupakan pembelian tahap pertama, karena Telkomsel memiliki sekitar 18.000 menara telekomunikasi.

Pengalihan kepemilikan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada akhir triwulan pertama tahun 2021.

7. Saham Menukik, Induk SCTV & Indosiar Buyback Saham Rp 1,3 T

Emiten pengelola dua stasiun televisi SCTV dan Indosiar, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) bakal melakukan pembelian kembali (buyback) saham paling banyak 20% saham perusahaan dari modal disetor perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk aksi korporasi ini perusahaan telah menyiapkan dana senilai Rp 1,3 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, buyback ini dilaksanakan dengan diterbitkannya SEOJK 3/2020, sehingga membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan Pembelian Kembali Saham tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

8. Bakal Diumumkan Hari Ini, Ini Skema Merger Bank Syariah BUMN

Skema penggabungan tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih belum resmi terungkap ke publik. Menurut rencana, skema ini akan disampaikan ke publik oleh Project Management Office (PMO) yang memproses penggabungan ini, Selasa (20/10/2020).

Terkait dengan skema yang akan disampaikan ini, diperkirakan akan beberapa tahap yang dilalui sebelum akhirnya bank ini akan menjadi satu entitas baru, sebagai bank syariah hasil merger.

Sumber CNBC Indonesia dari pelaku pasar menyebutkan setidaknya akan ada tiga tahapan yang akan dilalui oleh bank-bank ini dalam aksi korporasinya.

"Ada stage 1, stage 2, stage 3-nya," kata sumber itu.

Terkait dengan kepemilikan saham, Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menilai secara skema memang belum jelas. Tapi dia menilai awalnya saham BRIS pada skema merger ini akan dipegang oleh BMRI, BBRI, BBNI, selain juga publik.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading