Hari Ini Bakal Ada Jokowi di BEI, Pilih Saham Apa yah?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 October 2020 08:21
Jokowi memberikan keterangan Pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (Tangkapan layar Youtube Setpres RI) Foto: Jokowi memberikan keterangan Pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir pekan lalu, Jumat (16/10/20) ditutup merah tipis 0,03% di level 5.103,41.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 505 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 7,7 triliun.

Pekan lalu, pelaku pasar di New York cemas melihat data ketenagakerjaan terbaru di Negeri Paman Sam.


Klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 10 Oktober tercatat 898.000, naik dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 845.000. Juga lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 825.000.

Data ekonomi lain juga membuat investor kecewa. Angka pembacaan awal indeks kondisi bisnis keluaran Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) cabang New York periode Oktober 2020 adalah sebesar 32,8, turun dibandingkan bulan sebelumnya yakni 40,3.

Dari benua Biru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di Benua Biru per 15 Oktober adalah 7.406.193 orang. Bertambah 131.726 orang (1,81%) dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Tambahan 131.726 orang pasien baru dalam sehari adalah rekor tertinggi sejak virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu mewabah di Eropa. Sedangkan pertumbuhan 1,81% menjadi yang tercepat sejak 10 Oktober.

Dari Tanah Air, sentimen penambahan kasus corona di atas 4.000 per hari masih jadi perhatian.

Di sisi lain, Senin ini (19/10/2020), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar Capital Market Summit and Expo 2020 (CMSE 2020) hingga 24 Oktober 2020.

Beberapa tokoh penting yang dijadwalkan membuka acara ini pada Senin ini yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga dan dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Pada Senin ini, juga hadir Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai pembicara.

Untuk perdagangan awal pekan ini Senin (19/10/2020) berikut sentimen dan saham-saham yang direkomendasikan oleh beberapa sekuritas:

Reliance Sekuritas Indonesia - IHSG Bakal Tertekan

Indikator stochastic menukik setelah mengkonfirmasi dead-cross pada area overbought (jenuh beli) dengan indikator MACD yang terlihat divergence negatif dengan histogram. Sehingga masih diperkirakan IHSG rentan mengalami tekanan pada perdagangan di awal pekan.

Saham pilihan:

ASII

ICBP

INDF

SIDO

Artha Sekuritas - Gerak Indeks Masih Loyo

IHSG diprediksi Melemah. Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low serta stochastic masih melebar setelah membentuk goldencross. Pergerakan akan dibayangi minimnya sentimen perekonomian pada awal pekan serta kembali melonjaknya kasus Covid-19 baik dari dalam negeri dan di Eropa.

Saham pilihan:

ASII

PTPP

ACST

PTBA

Samuel Sekuritas Indonesia - Indeks Kembali Uji Resisten

IHSG tertekan dari resisten di kisaran 5.150, dan berlanjut uji gap 5.050. Dinamika IHSG sekarang bisa sideways, dan bisa kembali uji resisten (batas atas).

Saham pilihan:

TBIG

BBRI

BRIS

AGRO

MNC Sekuritas - Koreksi Indeks Akan Terbatas

IHSG diperkirakan koreksinya akan relatif terbatas untuk membentuk wave (iv) dari wave [c] dari wave B dan selanjutnya IHSG berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave (v) dari wave [c] dari wave B.

Tetap waspadai support (batas bawah) terdekat pada level 5.000, apabila IHSG menembus area tersebut, maka IHSG akan melaju ke 4.900-4.950. Apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 4.820 atau bahkan 4.753, maka IHSG terkonfirmasi membentuk wave C ke arah 4.500-4.650.

Saham pilihan:

BBCA

INCO

PGAS


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading