Semua Bursa Asia Menguat, Eh...Nikkei & IHSG Kompak Lemes

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
16 October 2020 16:51
A man walks past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia ditutup bervariatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/10/2020).

Meski mayoritas bursa Asia menguat, tapi masih ada tekanan dari sisi kecewanya investor terkait dengan data ekonomi Amerika Serikat yang baru dirilis kemarin dan lonjakan kasus virus corona di Eropa.

Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup melemah 0,41%, indeks Hang Seng Hong Kong melesat 0,94%, Shanghai China terapresiasi 0,13%, indeks STI Singapura naik 0,37% dan KOSPI Korea Selatan yang merosot 0,83%.


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% di level 5.103,41.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 505 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 7,7 triliun. Tercatat 179 saham berhasil naik, 228 saham turun, dan sisanya 166 stagnan.

Hari ini, di kawasan Asia, data ekonomi yang dirilis adalah data harga ekspor-impor dan data tingkat pengangguran di Korea Selatan.

Tercatat, ekspor Negeri Ginseng pada September secara year-on-year (YoY) terkontraksi 6,2%. Walaupun masih tumbuh minus, namun lebih baik dari capaian periode yang sama tahun lalu yang anjlok 6,7%.

Sedangkan data tingkat pengangguran Korea Selatan pada September 2020 naik 0,7 poin menjadi 3,9% dari posisi Agustus 2020 di angka 3,2%.

Pelaku pasar di New York cemas melihat data ketenagakerjaan terbaru di Negeri Paman Sam.

Klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 10 Oktober tercatat 898.000, naik dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 845.000. Juga lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 825.000.

Data ekonomi lain juga membuat investor kecewa. Angka pembacaan awal indeks kondisi bisnis keluaran Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) cabang New York periode Oktober 2020 adalah sebesar 32,8. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yakni 40,3.

Dari benua Biru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di Benua Biru per 15 Oktober adalah 7.406.193 orang. Bertambah 131.726 orang (1,81%) dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Tambahan 131.726 orang pasien baru dalam sehari adalah rekor tertinggi sejak virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu mewabah di Eropa. Sedangkan pertumbuhan 1,81% menjadi yang tercepat sejak 10 Oktober.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading