Lagi! Menit-menit Akhir IHSG Melesat, 7 Hari Beruntun Hijau

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
13 October 2020 15:29
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

uJakarta, CNBC Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Selasa (13/10/20) ditutup di zona hijau naik 0,78% di level 5.132,57. IHSG berhasil ditutup menembus level psikologisnya 5.100 meskipun keputusan RDG Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di angka 4%.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 112 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 9 triliun, kembali meningkat dari penutupan sesi pertama hari-hari sebelumnya yang hanya berkisar di angka Rp 6 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan jual bersih sebesar Rp 57 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 27 miliar.


Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dengan beli bersih sebesar Rp 32 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan net buy sebesar Rp 30 miliar.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 12-13 Oktober 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%. BI sudah menahan bunga acuan ini 4 bulan berturut-turut.

BI memandang bunga acuan tersebut masih inline dalam mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 4%," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/10/2020).

"Keputusan ini mempertimbangkan perlunya jaga stabilitas Nilai Tukar Rupiah di tengah inflasi yang diperkirakan tetap rendah."

Perry mengatakan, perbaikan ekonomi global berlanjut sesuai prakiraan sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading