Analisis Teknikal

Anies Longgarkan PSBB, IHSG Terancam Babak Belur Hari Ini

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
12 October 2020 08:19
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Mengumumkan Status PSBB Transisi Jakarta (Tangkapan Layar Youtube Pemprov DKI Jakarta)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,58% sepanjang pekan lalu ke 5.052,663. Bursa kebanggaan Tanah Air ini mampu membukukan pekan yang sempurna alias menguat 5 hari beruntun.

Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senin pekan lalu, menjadi pemicu penguatan IHSG dari dalam negeri.

UU Ciptaker dianggap dapat memperbaiki iklim investasi di dalam negeri, sehingga bisa menarik capital inflow yang besar.


Sementara itu dari luar negeri, harapan akan adanya stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS), memicu penguatan Wall Street yang turut mengerek naik bursa saham global termasuk IHSG. Pada perdagangan Jumat (9/10/2020) Wall Street kembali menguat, sekaligus membukukan pekan terbaik sejak Agustus.

Kinerja Wall Street tersebut tentunya akan menjadi sentimen positif bagi IHSG hari ini, Senin (12/10/2020).

Sementara dari dalam negeri, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang dilonggarkan berpotensi membawa IHSG menguat meski ada potensi turun dari sisi analisis teknikal.

Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12 - 25 Oktober 2020.

Dalam PSBB Transisi kali ini, mal diizinkan buka hingga pukul 21:00, dengan kapasitas pengunjung maksimal 50% dari hari normal sebelum PSBB atau sebelum pandemi penyakit virus corona menyerang. Restaurant juga kembali diizinkan melayani makan di tempat atau dine in.

Selain itu, bioskop juga dibuka kembali dengan kapasitas penonton maksimal 25%.

Dengan demikian, saham emiten yang bergerak di sektor ritel maupun emiten pengelola pusat perbelanjaan alias mal berpeluang menguat pada hari ini.

Meski demikian, tetap patut waspada akan adanya aksi ambil untung akibat penguatan tajam pada pekan lalu. Apalagi, beberapa bursa saham Asia dan Wall Street Futures berada di zona merah pagi ini. 

Secara teknikal, IHSG semakin menjauhi level "angker" 5.000, sehingga memberikan momentum penguatan.

Hanya saja perlu diingat, dari sisi indikator stochastic pada grafik harian kini mulai memasuki wilayah jenuh beli (overbought). 

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah, sinyal IHSG berisiko terkoreksi.

Sementara itu, indikator Stochastic grafik 1 jam juga berada di wilayah overbought, sehingga ada risiko terjadinya koreksi.

jkseGrafik: IHGS 1 Jam
Foto: Refinitiv

Level menguat 5.075 menjadi resisten terdekat, jika mampu ditembus IHSG berpeluang menguat ke 5.100. Penembusan di atas level tersebut akan membuka peluang penguatan menuju 5.163 yang merupakan Fibonnaci Retracement 50%. Fibonnaci tersebut ditarik dari level tertinggi September 2019 di 6.414 ke level terlemah tahun ini 3.911 pada grafik harian.

Sementara itu support (batas bawah) terdekat berada di level 5.030, jika ditembus IHSG berisiko terkoreksi ke level psikologis 5.000. Koreksi akan semakin dalam ke 4.970 jika level psikologis tersebut ditembus. 

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading