Jangan Panik! Ini Penjelasan BEI soal Gonjang-ganjing Pasar

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 October 2020 11:13
Aksi massa demo tolak Omnibuslaw berujung ricuh di kawasan Harmoni Jakarta, Kamis (8/10/2020). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat tertekan di awal perdagangan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bergerak ke teritori positif pada perdagangan di akhir pekan ini, Jumat, (9/10/2020).

Sampai dengan pukul 10.11 WIB, IHSG menguat 0,26% ke level 5.052,14 poin. Sebelumnya IHSG dibuka terkoreksi pada level 5.036,47 sebagai respons investor atas aksi demonstrasi yang terjadi pada Kamis kemarin secara serentak Jakarta dan kota lainnya menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo menuturkan, kendati indeks sempat tertekan karena merespons gejolak demonstrasi, dia memastikan perdagangan akan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme pasar.


Meski aksi jual investor asing juga tak bisa dipungkiri masih terjadi. Data perdagangan mencatat, asing melakukan jual bersih di seluruh pasar pagi ini Rp 70,21 miliar.

"Memastikan saja perdagangan BEI tetap dapat berjalan normal sesuai mekanisme pasar," kata Laksono kepada CNBC Indonesia, Jumat (9/10/2020).

Valbury Sekuritas dalam risetnya memaparkan, IHSG di akhir pekan ini diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah.

Saat ini sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah situasi keamanan setelah demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta berakhir ricuh.

Selain itu, Valbury menilai, Indonesia memiliki Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Dengan adanya LPI, Indonesia bisa menggunakan potensi dalam negeri untuk menarik investasi baru.

Selanjutnya, survei Bank Indonesia (BI) terhadap penjualan eceran menunjukkan pada Agustus 2020 mengalami perbaikan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh minus 9,2% YoY, membaik dari minus 12,3 YoY pada Juli 2020.

Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang, dengan penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau tumbuh positif, sejalan dengan implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang mendorong aktivitas masyarakat.

Dari luar negeri, sentimen dari AS masih mewarnai pasar. "Pasar juga mencermatil komentar terbaru dari Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Presiden AS Donald Trump mengenai bantuan stimulus fiskal lebih lanjut," ungkap Valbury.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading