Efek Stimulus "Receh" Trump, IHSG & Nikkei Kompak Hijau!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
08 October 2020 11:49
A man walks in front of an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, June 17, 2020. Major Asian stock markets declined Wednesday after Wall Street gained on hopes for a global economic recovery and Japan's exports sank. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia sekitar pukul 11:00 WIB terpantau bervariatif, di tengah kabar dari Amerika Serikat (AS), saat Presiden AS, Donald Trump berencana memberikan stimulus kecil, lebih rendah dari paket stimulus sebelumnya yang mencapai US$ 2,2 triliun.

Pada pukul 11:02 WIB, indeks Nikkei Jepang melonjak 1,01%, Hang Seng di Hong Kong melemah 0,78%, indeks STI Singapura turun tipis 0,07% dan KOSPI di Korea Selatan menguat 0,40%.

Pada pukul 11.39 WIB, Nikkei naik 0,99%, STI minus 0,07% masih sama, dan Hang Seng juga masih melemah 0,78%. Sementara Shanghai Indeks masih libur hingga Kamis 8 Oktober ini dalam rangka mid autumn festival.


Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 11:02 WIB terpantau menguat 0,44% ke level 5.026,55. Di sesi I, IHSG ditutup naik 0,59% di posisi 5.033.

Pelaku pasar Asia merespons beragam seiring kabar dari Presiden AS, Donald Trump yang "melunak" dan akan memberikan stimulus kecil.

Dalam cuitannya, Trump menyarankan Kongres untuk menyetujui stimulus bagi maskapai AS, dengan menggunakan uang dari sisa anggaran lebih (SAL) stimulus paket 1 sebelumnya. Saham United Airlines melesat 4%, sedangkan Delta Airlines melompat 3,5% pada perdagangan penutupan dini hari, atau Kamis pagi waktu Indonesia.

Mantan taipan properti itu juga mendesak Kongres menyetujui stimulus senilai US$ 1.200 untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga AS. Pelaku pasar masih menduga-duga apakah ini berarti Trump membatalkan perintahnya kemarin atau hanya bagian dari manuver politik.

"Ini tentu bukan yang pertama kali kita melihat pasar bereaksi terhadap cuitan Trump dan kemungkinan bukan yang terakhir," tutur Chris Larkin, Direktur Pelaksana E-Trade sebagaimana dikutip CNBC International.

Sentimen pasar juga terangkat berkat pernyataan Eli Lily yang mengatakan tengah meminta persetujuan Food and Drug Administration (FDA), untuk meloloskan produk obat Corona. Saham perusahaan farmasi tersebut pun melonjak 3,4%.

Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market Committee/FOMC) akan merilis risalah rapat September, yang mana para bankir bank sentral tersebut memutuskan suku bunga acuan AS (Fed Funds Rate) tak berubah dari level sekarang 0%-0,25%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading