Skandal Jiwasraya

Suntik Jiwasraya, BUMN: Pemerintah Juga Sakit Keluarkan Dana

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 October 2020 21:03
[THUMB] Rapat Panja Jiwasraya

Jakarta, CNBC Indonesia - Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga merespons terkait adanya penolakan dari sejumlah pihak mengenai rencana pemerintah menyuntik dana penyertaan modal negara (PMN) Rp 22 triliun untuk menyelamatkan Asuransi PT Jiwasraya (Persero).

Menurut Arya, nantinya dana ini akan disuntikkan kepada IFG Life, perusahaan asuransi baru yang dibentuk pemerintah di bawah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebagai Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan.

Dana ini akan disuntik secara bertahap, sebesar Rp 12 triliun pada tahun 2021 dan Rp 10 triliun di tahun 2022. Ditargetkan, IFG sudah mendapat izin pendirian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember tahun ini.


Arya melanjutkan, opsi bail in (suntikan pemegang saham) menjadi yang terbaik yang dipilih guna menyelamatkan nasib 2,6 juta nasabah Jiwasraya.

Di sisi lain, pemerintah juga sudah melakukan upaya hukum terkait para terdakwa yang saat ini masih diproses di pengadilan.

Sedangkan, Kementerian BUMN membenahi dari sisi bisnis.

"Yang fraud, proses hukum berjalan, ini menyangkut kredibilitas pemegang saham. Nilai kerugian [Jiwasraya] Rp 37 triliun, yang kita minta ke negara Rp 22 triliun ini bagian yang harus kita lakukan, namanya sharing the pain, pemerintah juga sakit mengeluarkan dana," kata Arya, dalam jumpa pers secara daring, Minggu malam (4/10/2020).

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko mengatakan, setelah restrukturisasi pemegang polis dialihkan, nantinya Jiwasraya tak akan lagi beroperasi menjadi perusahaan asuransi.

"Ketika direstrukturisasi, dipindahkan ke IFG, maka Jiwasraya tidak beroperasi jadi perusahaan asuransi jiwa," kata Hexana.

Hexana melanjutkan, dengan alokasi dana PMN Rp 22 triliun, dana tersebut akan dioptimalkan untuk menyelesaikan seluruh polis, tapi dengan cara dicicil jangka panjang. Oleh sebab itu, pemegang polis akan mengalami penurunan manfaat (haircut).

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT BPUI atau Bahana, Robertus Bilitea menyampaikan, PMN ini sejatinya akan digunakan untuk mendirikan perusahaan asuransi bernama IFG Life.

Nantinya, IFG Life akan menerima polis hasil dari pengalihan program penyelamatan polis asuransi Jiwasraya.

"IFG life akan going concern dan diharapkan menjadi perusahaan yang sehat, menguntungkan, serta memberikan layanan asuransi yang lengkap, bukan hanya kepada nasabah eks Jiwasraya melainkan juga kepada masyarakat umum," tutur Robertus.

Robertus menambahkan, kebutuhan dana dalam rangka menyelamatkan seluruh pemegang polis, manajemen baru Jiwasraya dan konsultan independen sudah menghitung. Di mana kebutuhan dana ini mengacu total ekuitas Jiwasraya saat ini sebesar negatif Rp 37,4 triliun.

"Hitungan itu tetap memperhatikan kemampuan fiskal/keuangan negara yang serba terbatas," imbuh Robertus.

Sebelumnya sejumlah pihak, terutama dari beberapa politisi menyoroti PMN yang begitu cepat dan jumbo pada Jiwasraya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading