Trump Positif Corona, Harga Emas Langsung Tembus US$ 1.917/oz

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 October 2020 14:00
cover topik/ emas thumbnail

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Jumat (2/10/2020) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan positif terpapar virus corona.

Melansir data Refinitiv, harga emas dunia sebelumnya merosot 0,85% ke US$ 1.888,79/troy ons, setelahnya langsung berbalik naik ke US$ 1.916,76/troy ons pada pukul 13:49 WIB, meroket 1,5% dari level terendah hari ini.

Presiden Trump melalui akun Twitternya mengumumkan dirinya dan ibu negara Melania Trump positif terpapar virus corona.




"Malam ini, Ibu negara dan saya dites dan positif Covid-19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan kami. Kami akan melewati ini Bersama!" tutur Trump dalam social media Twitternya, Jumat (2/10/2020).

Sebelumnya CNBC International melaporkan ajudan dan penasihat dekatnya Hope Hicks positif virus corona. Ia sebelumnya bersama Trump dalam sejumlah penerbangan sejak Selasa (29/9/2020) dan Rabu (30/9/2020).

Pengumuman tersebut membuat indeks Dow Jones futures merosot hingga 400 poin, artinya sentimen pelaku pasar memburuk, dan aset-aset safe haven seperti emas kembali diburu pelaku pasar.

Harga emas dunia kemarin juga menguat lebih dari 1% ke US$ 1.905,04/troy ons, indeks dolar AS yang membukukan pelemahan 4 hari bertuntun menjadi penopang penguatan emas.

Amblesnya dolar AS merespons kemungkinan lanjutnya paket stimulus senilai US$ 2,2 triliun dari pemerintah AS yang sempat menimbulkan perdebatan dan diskusi alot.

Kabar terbaru dari AS, House of Representative (DPR) sudah meloloskan paket stimulus senilai US$ 2,2 triliun.

Meski demikian, paket stimulus tersebut harus lolos lagi di Senat agar bisa cair. Paket stimulus tersebut di ajukan oleh Partai Demokrat yang menguasai DPR AS, sehingga bisa lolos dengan mudah. Tetapi Senat AS dikuasai oleh Partai Republik, sehingga masih menjadi tanda tanya apakah stimulus tersebut pada akhirnya akan cair atau kembali mandek.

"Jika ada kesepakatan, stimulus akan berpotensi membangkitkan kembali ekspektasi inflasi ke arah target sasaran bank sentral AS (The Fed), bersama dengan suku bunga bunga rendah the Fed menjadi katalis yang sangat bagus untuk emas" kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, melansir Reuters.

Melek menambahkan, dengan melewati level psikologis US$ 1.900/troy ons yang menjadi resisten, emas secara teknikal kini berpeluang naik lebih tinggi lagi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading