Bos BI Bicara Independensi, Wacana RUU BI Guncang Pasar

Market - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
28 September 2020 18:40
Live Streaming Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI Agustus 2020 Cakupan Triwulanan.(Dok: Tangkapan layar Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui isu mengenai revisi Undang-Undang tentang Bank Indonesia sempat membuat pasar keuangan terguncang. Guncangan ini terlihat di bulan Agustus dan September 2020.

Menurut Perry, munculnya wacana perombakan aturan Bank Indonesia tersebut membuat pelaku pasar mempertanyakan independensi bank sentral ke depannya.

"Lagi karena masalah ketidakpastian di akhir Agustus dan awal September berkaitan independensi BI (terkiat RUU BI) membuat keguncangan pasar," ujarnya di Ruang Rapat Komisi XI, Senin (28/9/2020).

Lanjutnya, ketidakpastian tersebut memberikan dampak bagi nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan. Di mana secara year to date rupiah hingga September mengalami depresiasi 6,7%.

Wacana RUU BI tersebut juga menimbulkan dampak melalui aksi jual investor di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang mengakibatkan yield atau bunga naik. Dimana yield SBN naik dari sebelumnya 6,6% menjadi 6,8%.

"Itu (RUU BI) meningkatkan yield SBN yang sempat turun ke 6,6% dan berkaitan dengan rupiah," jelas Perry.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 2 September 2020 menyampaikan bahwa ia menjamin independensi BI akan tetap yang paling utama dalam menjalankan tugasnya.

Hal serupa juga disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 4 September 2020 yang menyatakan bahwa revisi UU BI adalah inisiatif DPR dan pemerintah belum melakukan pembahasan.

"Pak Presiden sudah tegaskan dan menjamin independensi BI dalam kesempatan beliau beri penjelasan bagi koresponden asing dan juga dari keterangan ibu Menkeu pada 4 Sep 2020," ujarnya Perry saat konferensi pers virtual, Kamis (17/9/2020).



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading