Tekor Lagi! Indika Energy Cetak Rugi Semester I Rp 324 M

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 September 2020 15:45
Indika Energy

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan dan energi, PT Indika Energy Tbk (INDY) masih mencatatkan rugi bersih pada 6 bulan pertama tahun ini sebesar US$ 21,92 juta atau setara Rp 324 miliar (kurs Rp 14.800/US$) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang untung US$ 12,67 juta.

Rugi bersih ini melanjutkan kinerja negatif yang dibukukan sejak kuartal I-2020 atau 3 bulan pertama tahun ini.

Pada 3 bulan pertama 2020, induk usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) ini juga mencatatkan rugi sebesar US$ 21,02 juta atau setara dengan Rp 313 miliar dari periode yang sama tahun lalu yang justru mencatatkan laba bersih US$ 11,70 juta atau Rp 174 miliar.


Berdasarkan data laporan keuangan semester I-2020 yang ditelaah terbatas dan baru dipublikasikan Jumat ini, pendapatan INDY pada 6 bulan tahun ini juga turun 18,11% menjadi US$ 1,13 miliar atau Rp 16,71 triliun dari sebelumnya US$ 1,38 miliar.

Selain lantaran penurunan pendapatan tersebut, tekanan rugi berasal dari beban perusahaan dari beberapa pos.

Beban penjualan, umum, dan administrasi juga naik menjadi US$ 76,69 juta, ada pula masih tingginya beban keuangan US$ 47,62 juta, ditambah amortisasi aset tidak berwujud sebesar US$ 67,81 miliar.

Adapula kerugian yang belum direalisasi atas instrumen keuangan derivatif sebesar US$ 16,15 juta.

Berikut rincian pendapatan INDY pada semester I-2020:

Penjualan INDY per Juni 2020, LapkeuFoto: Penjualan INDY per Juni 2020, Lapkeu
Penjualan INDY per Juni 2020, Lapkeu

Sepanjang 2019, emiten yang dipimpin oleh Arsjad Rasyid ini juga mengalami kerugian bersih senilai US$ 18,16 juta atau setara Rp 290,56 miliar.

Kerugian ini jelas-jelas berbanding terbalik dengan capaian kinerja perusahaan di periode yang sama tahun sebelumnya yang berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$ 82,42 juta.

Sepanjang tahun lalu pendapatan INDY tercatat senilai US$ 2,78 miliar (Rp 44,52 triliun). Nilai ini turun 6,08% secara year on year (YoY) dari posisi US$ 2,96 miliar di akhir Desember 2018.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading