Saham Bank Raksasa yang Disebut FinCEN Files Babak Belur

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
23 September 2020 13:58
Traders work at their desks whilst screens show market data at CMC Markets in London, Britain, January 16, 2019. REUTERS/John Sibley

Jakarta, CNBC Indonesia - FinCEN Files berhasil membuat heboh pasar keuangan dunia. Sejumlah bank besar disebut melakukan transaksi dengan penjahat dan teroris.

Sejak kasus ini mencuat, harga saham bank tersebut bertumbangan sejak data tersebut dirilis 20 September kemarin.

Sejumlah bank disebut disebut oleh media BuzzFeed dan ICIJ terlibat dalam transaksi pencucian uang antara lain HSBC, Standard Chartered Bank, Deutsche Bank, JPMorgan dan Bank of New York Mellon, Standard Chartered, Deutsche Bank dan Barclays Bank.


Sedangkan organisasi keuangan yang disebut terlibat dalam transasksi mencurigakan diantaranya American Express, Bank of America, Bank of China, Barclays, Citibank, Commerzbank, Danske Bank, First Republic Bank, Société Générale, dan Wells Fargo.

Terpantau seluruh bank dan organisasi keuangan yang disebut oleh BuzzFeed terlibat dalam skandal ini ambruk.

Koreksi terparah sendiri dibukukan oleh bank terbesar asal Jerman Deutsche Bank yang setelah disebutkan terlibat skandal pencucian uang sahamnya terpaksa ambruk sebesar 9,62% hanya dalam 2 hari perdagangan.

Bank dengan aset dan kapitalisasi pasar terbesar di dunia yakni JPMorgan Chase juga terpaksa terkoreksi parah. Tercatat JPM terkoreksi hingga 4,15%. Sedangkan saingan JPM yakni Bank of America juga anjlok parah 5,04%.

FinCEN sendiri merupakan akronim dari Jaringan Investigasi Kejahatan Keuangan AS. Mereka berisi orang-orang di Departemen Keuangan Paman Sam yang bertugas untuk memerangi kejahatan keuangan.

Biasanya, setiap ada masalah transaksi ditemukan, yang dilakukan dalam dolar AS, akan dikirim ke FinCEN. Ini pun mencakup transaksi dengan dolar yang terjadi di luar negara itu.

Dokumen ini pertama kali bocor ke Buzzfeed News. Ini kemudian dibagikan dengan grup yang berisi jurnalis investigasi dari seluruh dunia, ke 108 organisasi berita di 88 negara.

Dokumen itu berisi 2.500 lembar halaman. Sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat (AS) antara tahun 2000 sampai 2017.

Di dalamnya terdapat skandal penggelapan dana hingga pengemplangan pajak dari lembaga keuangan besar dunia. Nilanya mencapai US$ 2 triliun atau sekitar RP 28.000 triliun dengan frekuensi mencapai 200.000 transaksi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading