Rencana IPO Mitratel Mengendap 9 Tahun, Ini Jawaban Telkom

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 September 2020 15:17
Telkom Landmark Tower building, the headquarters of Indonesia's largest telcommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), is seen in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang bergerak di bisnis menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen TLKM atau Telkom menyebutkan rencana IPO ini merupakan bagian dari pengelolaan portofolio perusahaan untuk mengoptimalisasi bisnis dan aset yang dimiliki perusahaan.

Hanya saja belum dijelaskan periode kapan Mitratel pastinya akan melantai di BEI.


"Telkom Group saat ini tengah melakukan konsolidasi internal dan mengkaji secara lebih detail terhadap wacana IPO Mitratel, sebagai upaya value creation dari bisnis tower bagi Telkom Group," kata manajemen perusahaan dalam keterbukaan informasi, Senin (21/9/2020).

Adapun rencana aksi korporasi ini masih dalam kajian internal perusahaan, termasuk waktu pelaksanaannya nanti. Diharapkan dengan dilaksanakannya aksi korporasi ini akan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Rencana ini dibocorkan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo pada pekan lalu dalam sebuah webinar.

"Ke depan juga dalam berbagai klaster yang ada kita akan melakukan IPO dan strategic partnership. Sebagai contoh di Pertamina itu upstream holding. Di Telkom di menara itu ada Mitratel akan ada IPO," kata pria yang akrab disapa Tiko ini.

Terkait dengan wacana IPO Mitratel ini sebelumnya sudah berhembus jauh-jauh hari. Bahkan pada Juli 2011 atau 9 tahun silam, Detik.com, pernah melaporkan bahwa rencana IPO Mitratel akan terlaksana pada semester II-2012. Tapi anak usaha Telkom ini harus mengejar 3.000 menara sebelum perseroan menawarkan sahamnya kepada publik.

Akhir tahun lalu Mitratel baru saja memborong 2.100 menara telekomunikasi dari PT Indosat Tbk (ISAT). Mitratel membeli menara tersebut dari 3.100 yang dijual oleh Indosat dengan total penjualan mencapai Rp 6,39 triliun.

Mitratel adalah salah satu anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Mitratel mulai menapaki bisnis menara telekomunikasi sejak 2008.

Situs resminya mencatat, sampai saat ini, Mitratel telah mengelola lebih dari 16.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua operator seluler Indonesia diklaim telah menjadi tenant dengan menempatkan perangkat BTS0nya di menara Mitratel.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading