Putera Pendiri Grup Astra Borong Saham Saratoga, Berapa Duit?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
21 September 2020 14:49
Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno/ Twitter @sandiuno

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha nasional pemilik Grup Saratoga bersama Sandiaga Uno, yakni Edwin Soeryadjaya, menambah kepemilikan saham perusahaan investasi yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sebanyak 18.285.500 saham yang dilakukan dalam dua kali pembelian.

Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), putra pendiri Grup Astra William Soeryadjaya itu membeli sebanyak 18.285.500 saham sehingga porsi sahamnya bertambah menjadi 897.114.018 saham atau mewakili 33,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

Sebelumnya porsi saham Edwin yakni sebanyak 879.828.518 saham atau 32,43%.


Pembelian itu dilakukan di harga Rp 3.400/saham, dilakukan dua periode yakni 15 September 2010 yakni sebanyak 11.712.000 saham dan pada 21 September hari ini sebanyak 6.573.500 saham.

Dengan demikian, Edwin merogoh kocek sebanyak Rp 62,17 miliar.

"Pembelian investasi langsung," kata Juan Akbar Indraseno, Divisi Hukum dan Sekretariat Perusahaan Saratoga, dalam surat pemberitahuan kepada BEI, dikutip Senin (21/9/2020).

Dengan harga saham di sesi II, SRTG yakni Rp 3.040/saham, maka porsi saham Edwin saat ini bernilai Rp 2,73 triliun. 

Data BEI mencatat saham SRTG dalam sepekan perdagangan terakhir (5 hari perdagangan) naik 7,42%, dan sebulan terakhir naik 5,92% dengan kapitalisasi pasar Rp 8,25 triliun. Harga pembelian Edwin masih di level tinggi mengingat rata-rata harga SRTG hari ini yakni Rp 3.038/saham.

Mengacu data per Juni 2020, saham induk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini dipegang PT Unitras Pertama 32,72%, Edwin 32,03%, Sandiaga Uno 21,51% (583.565.429), Michael WP Soeryadjaya 0,01%. Andi Esfandiari 0,02%, Devin Wirawan 0,00%, dan investor publik 13,52%.

Jika nilai saham Edwin sebesar Rp 2,73 triliun, maka rekan bisnis dalam membangun Saratoga yakni Sandiaga Uno punya saham senilai Rp 1,78 triliun.

Saratoga didirikan pada 1998 oleh Edwin dan Sandiaga. Situs resmi SRTG mencatat, perusahaan ini berinvestasi di PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pada 2001, dan memfasilitasi Adaro untuk menjadi perusahaan batu bara pit-to-port yang terintegrasi.

Pada tahun 2008, penawaran umum perdana Adaro menjadi IPO terbesar di pasar modal Indonesia yakni Rp 12,25 triliun pada 16 Juli 2008.

Setelah Adaro, Saratoga masuk ke Provident Agro pada tahun 2004 dan berinvestasi di perusahaan menara telekomunikasi Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG).

Mengacu profil Edwin di situs SRTG, saat ini dia menjabat Presiden Komisaris SRTG yang diangkat melalui RUPS Luar Biasa pada 22 Januari 1997 sampai saat ini, dan juga menjabat sebagai Pengawas Komite Investasi Perseroan.

Dia memulai kariernya pada 1978 di Astra International, salah satu perusahaan konglomerasi yang memiliki diversifikasi terbesar di Indonesia yang didirikan oleh ayahnya.

Edwin meninggalkan Astra dalam jabatannya sebagai Wakil Presiden Direktur pada 1993 dan mendirikan perseroan yang berfokus pada Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Produk Konsumen.

Pada 1995, dalam skema KSO yang dirancang oleh Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia, Edwin sukses membawa tim AriaWest untuk mendapatkan kontrak KSO 15 tahun senilai US$ 900 juta.

Edwin saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris Adaro Energy, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (konsumen otomotif) dan PT Lintas Marga Sedaya (pemegang konsesi dan operator jalan tol).

Lulusan University of Southern California dengan gelar Bachelor of Business Administration ini juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris MDKA. (tambang emas dan tembaga) serta Chairman (Non-Executive) di Interra Resources Limited (minyak dan gas).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading