Faisal Basri Sebut Test Covid-19 di RI Kalah Dibanding Afrika

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 September 2020 12:17
Rapid Test  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom senior Faisal Basri mengkritik penanganan pandemi virus Corona di tanah air. Salah satu yang menjadi kritikannya adalah rasio pengetasan atau testing Indonesia yang masih rendah.

Sebagai negara yang sudah meningkat menjadi negara berpendapatan menengah atas, rasio testing Indonesia mentok di level 10 ribu per satu juta penduduk.

Angka ini, kata Faisal, jauh lebih rendah dari negara-negara di Afrika yang notabene adalah negara berpendapatan rendah lower middle income.


Faisal menyebut, terus tingginya angka positif Corona dan kematian menjadi catatan yang harus dibenahi dalam penanganan pandemi. Ia pun menilai tidak ada alasan ketidakadaan dana, mengingat dana yang dialokasikan di sektor kesehatan dalam APBN cukup besar, yakni Rp 87,55 triliun.

"Ada sesuatu yang salah, tidak ada alasan dana, tidak ada alasan testing kita rendah," kata Faisal, dalam webinar daring yang diselenggarakan Kelompok Studi Demokrasi Indonesia.

Tidak hanya itu, Faisal juga menyoroti saat ini belum ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang khusus menangani pandemi Covid-19, yang ada melalui Perppu di sektor keuangan.

"Wajar pak Jokowi mengumumkan tim baru. Tim melulu, orang-rang itu juga, tidak ada yang bekerja full time menangani virus ini. Hayu, virus ini bahaya sekali, panglima perangnya harus full time! Kita butuh panglima perang yang full time," tandas ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading