Digadang-gadang ke Rp 1,9 Juta/gram, Emas Malah Melempem

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
17 September 2020 09:26
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah bank sentral AS mengumumkan kebijakan moneternya tadi malam, hari ini harga emas malah terkoreksi lantaran dolar AS yang menguat.

Kamis (17/9/2020), harga emas turun 0,54% ke US$ 1.950/troy ons pada 09.00 WIB. Di saat yang sama indeks dolar yang mengukur kekuatan the greenback terhadap enam mata uang lain menguat 0,2% pagi ini.


Dolar AS bergerak berlawanan arah dengan emas. Ketika dolar AS menguat, harga emas cenderung tertekan karena penguatan the greenback membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Dini hari tadi, sesuai dengan perkiraan, bank sentral AS (Federal Reserves/the Fed) menahan suku bunga acuannya di kisaran nol persen. 

"Kami berharap dapat mempertahankan sikap akomodatif kebijakan moneter sampai hasil ini, termasuk lapangan kerja maksimum, tercapai." kata Powell, mengutip CNBC International.

Bank sentral yang dipimpin oleh Jerome Powell bahkan akan menahan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.Para anggota komite pengambil kebijakan the Fed (FOMC) bahkan mengantisipasi suku bunga overnight akan ditahan di kisaran nol persen untuk waktu yang lama setidaknya sampai 2023.

"Dengan inflasi yang terus berjalan di bawah target jangka panjang ini, Komite akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu," kata FOMC dalam sebuah pernyataan, mengutip CNBC International.

Sejatinya hal ini memberikan ruang untuk emas bisa melompat lebih tinggi lagi. Namun proyeksi the Fed yang sedikit bullish terhadap perekonomian Negeri Paman Sam tahun ini membuat dolar AS bangkit dan melawan emas.

FOMC memproyeksikan penurunan PDB setahun penuh sebesar 3,7%, jauh lebih baik dari perkiraan penurunan 6,5% di bulan Juni. Namun, the Fed menurunkan prospek 2021 menjadi 4% dari 5% dan 2022 menjadi 3% dari 3,5%. FOMC mengharapkan pertumbuhan PDB 2,5% pada 2023.

Proyeksi tingkat pengangguran juga diturunkan menjadi 7,6% dari 9,3% yang sudah berada di atas angka pengangguran 8,4% untuk Agustus. Komite juga menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun 2020 menjadi 1,2% dari 0,8% pada bulan Juni, meskipun masih belum mencapai target 2% hingga 2023.

Meski belum sanggup lagi mencapai US$ 2.000/troy ons, namun Bloomberg Intelligence memprediksi harga emas masih akan terus menguat bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai US$ 4.000/troy ons di tahun 2023.

"Kondisi saat ini, di mana bank sentral terus menerapkan kebijakan moneter longgar menjadi fondasi yang solid bagi emas, tetapi kurang berdampak untuk perak dan tembaga. Logam untuk industri lebih terkait dengan stimulus fiskal dan bangkitnya perekonomian ekonomi global," kata Mike McGlone, ahli strategi senior komoditas di Bloomberg Intelligence, sebagaimana dilansir Kitco, dikutip Kamis (17/9/2020).

McGlone mengatakan reli harga emas baru saja dimulai, artinya kenaikan harga emas masih akan terus berlanjut.

"Emas mencapai dasar (bottom) di US$ 700 pada tahun 2008, dan mencapai puncak US$ 1.900 pada tahun 2019. Dengan kecepatan yang sama 2,7 kali dari level terendah di dekat US$ 1.470 tahun ini menunjukkan emas menuju US$ 4.000/troy ons di tahun 2023," katanya.

Meski McGlone memberikan outlook optimistis terhadap emas, tetapi ia juga memperingatkan level US$ 2.000/troy ons terbukti menjadi resisten (batas tahanan atas) yang kuat. Sehingga akan memerlukan waktu agak lama untuk menembus level tersebut.

Sebagai catatan, 1 troy ons, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 4.000 per troy ons dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 128.62 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.800/US$, maka prediksi harga emas tahun ini bisa menembus Rp 1,9 juta/gram.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading