5 Saham Ini 'Kesurupan' Kemarin, yang 2 Punya Bakrie Nih!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 September 2020 07:03
Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa kemarin (15/9/20) ditutup anjlok cukup dalam yakni sebesar 1,18% di level 5.100,86. Padahal sehari sebelumnya indeks acuan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terbang 2,89% ke level 5.161,82.

Koreksi IHSG pada perdagangan kemarin bersamaan dengan sentimen adanya kontraksi impor Indonesia yang lebih buruk dari perkiraan pasar.

Data perdagangan BEI mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 1 triliun di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 7,9 triliun. Terdapat 133 saham menguat, 296 saham turun, dan 148 saham stagnan.


Saham yang paling banyak dilego asing kemarin adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 563 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 121 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan beli bersih sebesar Rp 15 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy sebesar Rp 116 miliar.

Meski demikian, ada 5 saham yang menjadi top gainers pada perdagangan Selasa kemarin.

5 Saham Top Gainers 15 Sept 2020

1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Saham tambang emas milik Grup Bakrie ini menjadi top gainers di BEI dengan kenaikan harga saham mencapai 21,82% di posisi Rp 67/saham. Nilai transaksi tercatat Rp 119,1 miliar dan volume perdagangan 1,8 miliar saham. Dalam sebulan terakhir, saham anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini naik 34%.

2. PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)

Saham emiten jasa logistik dengan brand DFI Logistics ini menguat 15,89% di level Rp 124/saham, dengan nilai transaksi Rp 15,8 miliar, dengan volume perdagangan 135 juta saham. Sebulan terakhir, saham DEAL meroket 49,40%.

3. PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)

Perusahaan penghasil benang hasil daur ulang atau recycle itu baru melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di level Rp 105/saham pada Rabu 8 April 2020. Saham perusahaan kemarin naik 15,13% di level Rp 350/saham. Sebulan terakhir saham SBAT naik 83,25%.

4. PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL)

Saham emiten yang baru menyelesaikan proyek superblok di Batam, bersama keluarga mendiang BJ Habibie, Presiden ke-3 RI, ini meroket 14,11% di level Rp 9.100/saham. Nilai transaksi tercatat Rp 12,1 miliar dan volume perdagangan 1,4 juta saham. Sebulan terakhir saham POLL meroket 133,33%.

5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Saham emiten migas milik Grup Bakrie ini naik 10,91% di posisi Rp 61/saham dengan nilai transaksi Rp 33 miliar dan volume perdagangan 547,6 juta saham. Sebulan terakhir saham ENRG naik 22%.

Terkait dengan saham top gainers yakni BRMS, salah satu sentimen positifnya yakni kinerja perusahaan yang positif. BRMS mencatatkan laba bersih US$ 969.707 pada semester I-2020 naik hampir 4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, pendapatan BRMS turun 13,8% menjadi US$ 2,55 juta. Sementara itu, beban pokok pendapatan sebesar US$ 455.923, sementara setahun sebelumnya nihil.

Alhasil, BRMS mencatatkan rugi usaha sebesar US$ 688.321 ribu pada periode Semeter I-2020, sementara setahun sebelumnya masih untung US$ 536.855.

Secara umum, sentimen data impor juga menjadi penggerak pelaku pasar. Selasa kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka impor Indonesia pada Agustus 2020 senilai US$ 10,74 miliar atau turun 24,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Penurunan impor mengindikasikan bahwa permintaan bahan baku dan barang modal untuk keperluan manufaktur di dalam negeri masih melemah, mengingat lebih dari 80% impor nasional merupakan impor barang non-konsumtif.

Kontraksi impor tersebut lebih buruk dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia di mana impor diperkirakan turun 18,8% (YoY). Konsensus pasar versi Reuters memperkirakan kontraksi sebesar 20,6% (YoY).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading