Analisis

Saham Emiten Ini Meroket, Apa Benar Gegara Superblok Habibie?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
15 September 2020 12:57
Erleseen Tower dari proyek Meisterstadt Batam/Dok.Pollux Foto: Erleseen Tower dari proyek Meisterstadt Batam/Dok.Pollux

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi cukup dalam yakni 1,26% di sesi I perdagangan Selasa ini (15/9/2020), ada salah satu saham berkapitalisasi pasar cukup besar yang berhasil melesat tinggi.

Data perdagangan mencatat, adalah saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) yang berhasil terbang tinggi. Tercatat saham POLL diperdagangkan di zona hijau dengan kenaikan 14,11% ke level Rp 9.100/unit.

Kenaikan saham POLL sendiri bukan hanya terjadi pada hari ini, tercatat emiten properti ini sahamnya sudah melesat sejak Selasa (8/9/20) atau kenaikan selama 6 hari berturut-turut sebesar 148,63% yang mengerek kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 75,70 triliun dan menjadikan POLL sebagai saham properti berkapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.


Bandingkan dengan emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan kapitalisasi pasar Rp 15,67 triliun dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Rp 8,72 triliun.

Dengan kenaikan ini, banyak pihak yang beranggapan bahwa melesatnya saham POLL dikarenakan oleh kemampuan emiten dalam menyelesaikan superblok  Meisterstadt atau Pollux Habibie di kawasan Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.

Proyek ini dikerjakan bersama dengan keluarga mendiang Presiden ke-3 RI, B.J Jusuf Habibie melalui Pollux Habibie International, bersama dengan PT Pollux Properti Indonesia Tbk dan PT PP Tbk (PTPP).

Akan tetapi apabila memang jawaban dari pertanyaan kenapa saham POLL berhasil melesat adalah karena berhasil menyelesaikan Superblok impian mendiang B.J. Habibie, maka akan muncul pertanyaan baru.

Kalau memang iya, kenapa saham anak usaha POLL tidak melaju seperti induk usahanya?

Ternyata anak usaha POLL, PT Pollux Investasi Internasional Tbk (POLI), yang fokus di bidang usaha jasa yang berkaitan dengan real estat seperti kegiatan agen dan makelar real estat, dan perantara pembelian Pollux Properties, harga sahamnya malah merana.

Saham POLI 23% dimiliki oleh POLL dan 56,95% dimiliki oleh Po Sun Kok yang merupakan Komisaris saham POLL dan ayah dari Nico Purnomo yang menguasai saham POLL melalui PT Borneo Melawai Perkasa.

Tentunya apabila memang harga saham POLL melesat karena sentimen Superblok Pollux Habibie, maka anak usahanya juga akan ikut melesat karena sentimen yang sama.

Akan tetapi bukanya terbang mengekor induknya, harga saham POLI malah boncos. Tercatat saham POLI malah anjlok 3,81% pada perdagangan hari ini ke level Rp 1.010/unit bahkan saham POLI sempat terkapar turun ke level Auto Reject Bawah alias ARB.

Bagaikan bumi dan langit dengan induknya POLL, saham POLI bahkan masih anjlok parah sejak pertama kali melantai di BEI pada 19 Januari 2019 silam.

POLI melakukan penawaran perdana di harga Rp 1.635/unit yang berarti saham POLI sudah anjlok 38,22% sejak IPO atau penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Karena hal inilah tidak heran bahwa banyak pihak yang menganggap kenaikan saham POLL sudah masuk ke kategori tidak wajar dan menganggap bahwa ada market maker yang mengerek naik saham POLL.

Saham POLL hanya dimiliki oleh investor publik sebanyak 0,279% dari total saham per 31 Agustus 2020 sehingga sahamnya rentan terjadi cornering di mana pemegang mayoritas saham yang beredar dapat menggerakkan saham dengan mudah ke arah tertentu, dalam kasus ini naik hingga menyentuh level Auto Reject Atas (ARA). Hal ini karena saham tersebut tidak tersebar merata ke publik dan dimiliki oleh segelintir pelaku pasar saja alias aksi 'goreng' saham.

Tidak wajarnya saham POLL juga tercermin dari kinerja keuangan Pollux Properti yang ternyata tidak searah dengan kinerja harga sahamnya.

Sektor properti menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi virus corona, karena penurunan daya beli masyarakat menyebabkan emiten properti kesulitan menjual produk propertinya tidak terkecuali emiten POLL.

Pada kuartal pertama tahun 2020, Pollux Properti membukukan rugi bersih sebesar Rp 14,47 miliar. Sampai dengan hari ini (15/9/20) perseroan masih belum menerbitkan laporan keuangan kuartal keduanya.

Jadi apakah memang benar saham POLL berhasil terbang ratusan persen akibat keberhasilan perusahaan menyelesaikan proyek, atau memang ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menggoreng saham POLL, siapa yang tahu ?

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading