Sri Mulyani Buka-bukaan Soal Peluang RI Masuk Jurang Resesi

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
10 September 2020 09:40
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Komisi XI DPR RI. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan akan kontraksi ekonomi di kuartal III-2020. Meski tidak sedalam kuartal II, tapi ia menilai masih terus diwaspadai.

"Kontraksi ekonomi Indonesia di tahun 2020 ini di kuartal kedua kemungkinan masih akan berlangsung, dari sisi kuartal ketiga meskipun suasana kuartal ketiga mungkin relatif lebih baik dari kuartal kedua tersebut," ujarnya di Gedung DPR RI.

Dengan kondisi ini, maka outlook ekonomi Indonesia di tahun ini pun direvisi kebawah. Pertumbuhan ekonomi sebelum Covid diprediksi bisa tumbuh 5,3% dan saat ini menjadi -1,1 sampai 0,2%.


Menurutnya, kontraksi perekonomian tidak hanya terjadi di Indonesia tapi hampir semua negara di dunia. Kontraksi terdalam terjadi terutama pada kuartal II dan diprediski akan berlanjut di kuartal ke III.

Di Indonesia, kata Sri Mulyani kuartal III masih akan berada dizona negatif karena penyebaran Covid-19 masih terus meluas sehingga kebijakan pembatasan sosial kembali dilakukan. Di mana, hampir semua provinsi di Indonesia telah terkontaminasi virus tersebut.

"Beberapa provinsi atau kabupaten kota bahkan mengalami peningkatan yang cukup tinggi, dan ini tentu menimbulkan tantangan yang luar biasa dari sisi sosial ekonomi," jelasnya.

Oleh karenanya, saat ini pemerintah akan terus mengupayakan segala instrumen kebijakan untuk mengatasi dampak dari pandemi ini. Kebijakan mulai dari sisi Kesehatan hingga sosial dilakukukan dengan cepat.

"Penanganan kesehatan dan dari sisi penanganan sosial ekonomi tidak bisa dipisahkan, ini seperti ibarat rem dan gas yang harus terus kita seimbangkan karena dua-duanya bukan merupakan pilihan tapi dua-duanya merupakan keharusan untuk kita jaga itu di bidang kesehatan dan bidang sosial ekonomi," kata dia.

Dengan segala upaya ini, diharapkan pada tahun depan perekonomian Indonesia bisa kembali ke tren awal sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Meskipun kita tetap dibayangi ketidakpastian akibat Covid-19, kita berharap tahun 2021 proyeksi akan pada tingkat pertumbuhan 4,5% hingga 5,5%," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading