Suntik Modal Kerja, Pegadaian Terbitkan Obligasi Rp 3,3 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
07 September 2020 17:01
Pegadaian (detikFoto/Rachman Haryanto)

Jakarta, CNBC Indonesia - BUMN pembiayaan dan jasa gadai, PT Pegadaian (Persero), menerbitkan obligasi dan sukuk (surat utang berbasis syariah) dengan nilai total mencapai Rp 3,255 triliun, ditawarkan dengan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang dananya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.

Obligasi tersebut terbagi atas Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar Rp 2,42 triliun dan  Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 Rp 835 miliar.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi ini menjadi bagian dari PUB IV Pegadaian dengan target dana yang dibidik mencapai total Rp 7,8 triliun.


Pegadaian sudah merilis Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 400 miliar dan Tahap II Tahun 2020 senilai Rp 1,5 triliun.

Dengan demikian untuk PUB yang sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 Mei 2020 ini, maka tersisa penerbitan sebanyak Rp 3,48 triliun lagi yang bisa diterbitkan dengan skema PUB.

Untuk obligasi ini terbagi atas dua seri. Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 1.295.000.000.000 atau Rp 1,29 triliun, dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,50% per tahun, yang berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.

Seri B dengan jumlah pokok obligasi Rp1.125.000.000.000 atau Rp 1,12 triliun, dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,45% per tahun, tenor 3 tahun sejak tanggal emisi.

"Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 22 Desember 2020, sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan obligasi akan dibayarkan pada tanggal 2 Oktober 2021 untuk Seri A dan 22 September 2023 untuk Seri B," tulis manajemen Pegadaian, dalam prospektus.

"Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya Rp 5 juta atau kelipatannya."

Adapun Sukuk Mudharabah yang ditawarkan yakni Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 senilai Rp 835 miliar.

Ini adalah bagian dari PUB Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian dengan target sebanyak-banyaknya Rp 2,2 triliun. Perseroan sudah merilis Sukuk Mudharabah I Pegadaian Tahap I 2020 senilai Rp 100 miliar dan Tahap II Rp 500 miliar.

Dengan penerbitan sukuk Tahap III ini maka jatah penerbitan sukuk Pegadaian tersebut tersisa Rp 765 miliar.

Untuk sukuk Tahap III ini terdiri dari dua seri. Seri A sebesar Rp 704.000.000.000 atau Rp 704 miliar dengan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah yang dihitung berdasarkan perkalian antara Nisbah Pemegang Sukuk Mudharabah, di mana besarnya nisbah adalah 18,334% dari Pendapatan yang Dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen sebesar 5,50% per tahun.

Jangka waktu Sukuk Mudharabah Seri A adalah 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi.

Untuk Seri B senilai Rp 131.000.000.000 atau Rp 131 miliar, dengan Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah yang dihitung berdasarkan perkalian antara Nisbah Pemegang Sukuk Mudharabah, di mana besarnya nisbah adalah 21,500% dari Pendapatan yang Dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 6,45% per tahun.

Jangka waktu Sukuk Mudharabah Seri B adalah 3 tahun terhitung sejak tanggal emisi.

"Sukuk Mudharabah ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Dana Sukuk Mudharabah. Pendapatan Bagi Hasil dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah," tulis manajemen Pegadaian.

"Pembayaran Pendapatan Bagi Hasil pertama akan dilakukan pada tanggal 22 Desember 2020 sedangkan pembayaran Pendapatan Bagi Hasil terakhir dilakukan pada tanggal jatuh tempo masing-masing seri Sukuk Mudharabah, yaitu pada tanggal 2 Oktober 2021 untuk Seri A dan 22 September 2023 untuk Seri B."

Obligasi ini mendapatkan peringkat dari Pefindo yakni idAAA (Triple A) dengan prospek stabil dan untuk sukuk yakni memiliki peringkat idAAA (triple A Syariah) dengan prospek stabil.

Dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja kegiatan usaha pembiayaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Perseroan menunjuk penjamin emisi obligasi yakni PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas.

Adapun penjamin emisi sukuk akan ditentukan kemudian (jika ada), sementara wali amanat yakni PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Perkirakan masa penawaran umum yakni 16-17 September, tanggal penjatahan 18 September, dan tanggal pencatatan ditargetkan 23 September mendatang.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading