Begini Ramalan Harga Emas Setelah Kemarin 'Ditekan' Powell

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
28 August 2020 09:28
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas bergerak volatil akhir-akhir ini. Setelah anjlok pada perdagangan kemarin, hari ini Jumat (28/8/2020) harga logam kuning tersebut mulai mencoba bangkit.

Pada 09.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,32$ ke US$ 1.935/troy ons. Kemarin harga emas di pasar spot ditutup di US$ 1.928,9/troy ons.


Emas merosot lebih dari 2% pada hari Kamis karena imbal hasil surat utang AS naik setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan pedoman terkait strategi baru yang agresif untuk mencapai target inflasi 2% bank yang disampaikannya dalam simposium Jackson Hole

"The Fed memiliki kesempatan untuk memperbarui pedoman ke depan mereka dan memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mungkin memerlukan lebih banyak dukungan tetapi kami benar-benar tidak mendapatkannya," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

"Kami mungkin akan melihat stimulus sedikit berkurang di sini dan sementara ini benar-benar telah mendorong pergerakan yang kuat dengan kurva obligasi pemerintah AS dan dolar, ini memberi kami konsolidasi [harga emas] yang membuat frustrasi."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang bergerak ke level tertinggi dalam beberapa bulan setelah pernyataan Powell tersebut. Hari ini imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 tahun berada di angka lebih dari 0,7%.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tentu menjadi sentimen negatif untuk emas lantaran opportunity cost memegang aset tak berimbal hasil seperti emas menjadi naik.

Dalam simposium Jackson Hole the Fed mengatakan akan berusaha untuk mencapai inflasi rata-rata 2% dari waktu ke waktu, mengimbangi periode di bawah-2% dengan inflasi yang lebih tinggi "untuk beberapa waktu" dan meluncurkan strategi baru yang agresif untuk mengangkat lapangan kerja.

Namun, the Fed tidak memberikan pernyataan secara eksplisit tentang berapa lama mereka akan mempertahankan suku bunga rendah, atau seberapa tinggi hal itu akan memungkinkan inflasi.

Seperti yang diketahui bersama, the Fed telah memompa stimulus besar-besaran dan mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk mengangkat ekonomi AS dari dampak pandemi virus corona. 

Meskipun harga emas bergerak volatil dan cenderung susah untuk mencapai level tertingginya lagi, tetapi prospek logam mulia ini ke depan masih dinilai positif oleh para analis.

"Kami mengharapkan dukungan untuk harga emas tetap kuat, karena komentar Powell dengan jelas mencerminkan bahwa pemulihan ekonomi dari krisis Covid-19 akan berlangsung lama dan bertahap, dengan dukungan bank sentral yang cukup diperlukan untuk menghindari kemunduran," kata Cailin Birch, ekonom global di The Economist Intelligence Unit, mengutip Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading