Singapura Deflasi Parah, Mata Uangnya Melemah

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 August 2020 13:45
Ilustrasi Penukaran Uang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura melemah melawan rupiah pada perdagangan Rabu (26/8/2020), melanjutkan penurunan dalam 3 hari terakhir. Rilis data ekonomi Negeri Merlion yang belum mengecewakan membuat mata uangnya tertekan.

Pada pukul 12:20 WIB, SG$ 1 setara Rp 10.690,24, dolar Singapura melemah 0,09% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Dalam 3 hari terakhir, total rupiah menguat 0,95%.

Di awal pekan ini, bank sentral Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang kembali menunjukkan deflasi. IHK inti dilaporkan -0,4% year-on-year (YoY) di bulan Juli, dari bulan sebelumnya -0,2% YoY. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Januari 2020 ketika -0,5% YoY.


Rilis tersebut lebih buruk dari konsensus di Trading Economics sebesar -0,3%, dan hingga bulan Juli, IHK inti sudah negatif dalam bulan beruntun.
Deflasi yang paling parah dalam 1 dekade terakhir tersebut terjadi akibat penurunan tajam biaya listrik dan gas, serta makanan yang belum dimasak.


IHK secara keseluruhan juga dilaporkan -0,4% YoY, dan sudah deflasi dalam 4 bulan beruntun.

IHK yang masih terus menurun memberikan gambaran roda perekonomian masih berputar dengan lambat di Negeri Merlion, sehingga pemulihan ekonomi dari resesi akibat pandemi Covid-19 kemungkinan akan berlangsung lama.

Sementara itu pada hari ini, produksi industri Singapura dilaporkan merosot 8,4% YoY di bulan Juli, lebih tajam dari bulan sebelumnya 6,5% YoY, juga lebih buruk dari konsensus Trading Economics -5,7%.

Sementara itu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau secara month-on-month (MoM), produksi industri mampu tumbuh 1,6%, tetapi masih jauh lebih rendah dari konsensus 6% MoM di Trading Economics.

Sekali lagi data tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi di Singapura berjalan lambat, dan mata uangnya pun cukup tertekan sejak awal pekan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading